IMPLEMENTASI DAN DAMPAK SOSIAL EKONOMI PENGELOLAAN HUTAN DESA DI DESA TANGKULOWI KECAMATAN KULAWI (KASUS DI LPHD TANGKULOWI)

RESTU PARENTA SULE TONDOK (2026) IMPLEMENTASI DAN DAMPAK SOSIAL EKONOMI PENGELOLAAN HUTAN DESA DI DESA TANGKULOWI KECAMATAN KULAWI (KASUS DI LPHD TANGKULOWI). Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Perhutanan Sosial melalui skema Hutan Desa bertujuan untuk memberikan
akses legal kepada masyarakat dalam mengelola hutan demi meningkatkan
kesejahteraan dan menjaga kelestarian. Desa Tangkulowi telah memperoleh izin
pengelolaan Hutan Desa sejak tahun 2017 berdasarkan
Nomor:SK.5867/MENLHK-PSKL/PKPS.0/10/2017 yang dijalankan LPHD
Tangkulowi. Namun, dalam pelaksanaannya, program ini sering kali menghadapi
berbagai tantangan kelembagaan dan keterbatasan di lapangan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui implementasi pengelolaan hutan desa oleh LPHD
Tangkulowi serta menganalisis dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan
terhadap masyarakat setempat.
Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan yaitu dari bulan Maret sampai
bulan mei 2026 di Desa Tangkulowi, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi
Tengah. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
kualitatif dengan pendekatan reduksi data. Untuk mengukur efektivitas
Implementasi Pengelolaan Hutan Desa, penelitian ini mengacu pada teori George
C. Edward III yang mencakup empat variabel utama, yaitu komunikasi, sumber
daya, disposisi, dan struktur birokrasi.
Hasil penelitian berdasarkan teori George C. Edward III menunjukkan
bahwa Implementasi Pengelolaan Hutan Desa belum berjalan optimal dan
cenderung bersifat formalitas administratif. Hambatan utama mencakup kegagalan
komunikasi di mana 52 dari 59 informan atau 88,14% informan tidak mengetahui
status, peran, bahkan nama mereka yang tercantum secara resmi di dalam SK
kepengurusan LPHD maupun KUPS , minimnya kapasitas sumber daya manusia,
kekosongan peran, serta struktur birokrasi LPHD dan KUPS yang vakum tanpa
SOP yang jelas. Dampak sosial juga minim karena hubungan fungsional
masyarakat terhadap hutan masih rendah, diperparah oleh rusaknya infrastruktur
akses dan belum adanya sinergi dengan lembaga adat setempat. Secara ekonomi,
analisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test menghasilkan nilai Asymp.
Sig. 0,807 (> 0,05), yang membuktikan tidak terdapat perbedaan pendapatan
signifikan antara sektor Hutan Desa dan Non-Hutan Desa. Dengan kata lain bahwa
ada atau tidak adanya program Hutan Desa di Desa Tangkulowi, kondisi ekonomi
atau pendapatan masyarakat secara umum relatif tetap sama. Keberadaan program
Hutan Desa di Desa Tangkulowi belum mampu menjadi penggerak utama dalam
meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Kehutanan > Kehutanan
S Agriculture > Kehutanan
Divisions: Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Kehutanan
Date Deposited: 03 Aug 2026 07:35
Last Modified: 03 Aug 2026 07:35
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/156999
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item