PERTUMBUHAN STEK LIMA GENOTIPE KELOR (Moringa Oleifera L.)

DION TEGUH VALENTINO (2026) PERTUMBUHAN STEK LIMA GENOTIPE KELOR (Moringa Oleifera L.). Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Kelor (Moringa oleifera L.) merupakan tanaman yang berasal dari India
dan Arab kemudian menyebar diberbagai wilayah, namun saat ini sudah
banyak ditemukan di beberapa negara seperti Indonesia. Pusat
pengembangan kelor di Indonesia terletak di Sulawesi Tengah, Riau, Sumatera
Barat Meskipun Provinsi Sulawesi Tengah telah mulai mengembangkan kelor
dalam skala besar yang ditandai dengan keberadaan PT. KOI (Kelor Organik
Indonesi), produksi kelor di wilayah ini masih sangat rendah. Produksi kelor
di Sulawesi Tengah hanya mencapai 2 ton per bulan atau 24 ton per tahun.
Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan antara
permintaan pasar dengan kapasitas produksi, sehingga diperlukan upaya
peningkatan produksi secara masif. Berkaitan dengan kondisi tersebut, salah
satu upaya strategis untuk meningkatkan produksi kelor dilakukan perbaikan
teknik budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk untuk membandingkan vigor
lima genotipe kelor yang berbeda yang ditanam di kelurahan Tondo.
Penelitiaan ini telah dilaksanakan di lahan pertanian Kelurahan Tondo (titik
koordinat: 0°50’43”LS 119°53’45”BT) Kecamatan Mantikulore, Kota Palu
Sulawesi Tengah. Pada bulan November 2024 Sampai Februari 2025.
Penelitian ini disusun menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) satu
faktor, yaitu genotipe kelor terdiri: Tondo 19, Balaroa 05, Kulawi 10, Palolo 24,
dan Kulawi 02. Perlakuan diulang sebanyak lima kali sehingga diperoleh 25
unit percobaan, masing-masing unit percobaan terdiri dari tiga sampel
sehingga total bahan stek yang digunakan yaitu 75. Data yang diperoleh
dianalisis menggunakan sidik ragam ANOVA. Jika perlakuan berpengaruh
nyata atau sangat nyata, maka dilakukan uji lanjut menggunakan Uji beda
nyata jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
genotipe kelor Tondo 19 memiliki kekuatan tumbuh (vigor) terbaik yang
ditunjukkan pada variabel seperti waktu muncul tunas tercepat yaitu 14,27
hari, jumlah tunas terbanyak 8,73 tunas, dan jumlah daun 5.396 helai. Namun
tidak berbeda dengan genotipe Balaroa 05, Kulawi 10 dan Palolo 24 yang
hampir menyamai peforma pertumbuhan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Pertanian > Agroteknologi
S Agriculture > Agroteknologi
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Agroteknologi
Date Deposited: 04 Aug 2026 07:14
Last Modified: 04 Aug 2026 07:14
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157065
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item