EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PADA WILAYAH IZIN USAHA PERTAMBANGAN BATUAN DAN MINERAL BUKAN LOGAM KECAMATAN ULUJADI KOTA PALU

FIKRI HAEQAL FAHREZA (2026) EVALUASI KESESUAIAN LAHAN PADA WILAYAH IZIN USAHA PERTAMBANGAN BATUAN DAN MINERAL BUKAN LOGAM KECAMATAN ULUJADI KOTA PALU. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK
Fikri Haeqal Fahreza (F23122126) “Evaluasi Kesesuaian Lahan pada Wilayah Izin Usaha Pertambangan Batuan dan Mineral Bukan Logam Kecamatan Ulujadi Kota Palu” dibimbing oleh Aziz Budianta dan Azizah Putri Abdi.

Kecamatan Ulujadi merupakan salah satu wilayah di Kota Palu yang memiliki potensi sumber daya batuan dan mineral bukan logam. Namun, berdasarkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Palu Tahun 2023–2043, wilayah ini diarahkan sebagai kawasan budidaya non-pertambangan. Di sisi lain, terdapat 35 Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) yang diterbitkan oleh pemerintah pusat sehingga menimbulkan ketidaksesuaian antara kebijakan perizinan pertambangan dan rencana tata ruang. Kondisi eksisting menunjukkan bahwa sebagian WIUP berada pada kawasan dengan keterbatasan fisik dan lingkungan, seperti kawasan rawan bencana, sempadan sungai, serta berdekatan dengan kawasan permukiman dan wisata, sehingga berpotensi menimbulkan konflik pemanfaatan ruang dan degradasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting wilayah berdasarkan aspek fisik, lingkungan, dan kebencanaan, menganalisis tingkat kesesuaian lahan pertambangan batuan dan mineral bukan logam pada WIUP dan Kecamatan Ulujadi, serta menyusun rekomendasi zonasi pertambangan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui teknik buffer, overlay, skoring, pembobotan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP), dan perhitungan Indeks Kesesuaian Lahan (IKL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting Kecamatan Ulujadi didominasi oleh kemiringan lereng >40% seluas 3.316,09 Ha (52,08%) dan formasi batuan metamorf seluas 3.175,39 Ha (49,86%). Hasil analisis kesesuaian lahan di Kecamatan Ulujadi menunjukkan kelas Sangat Sesuai (S1) seluas 3.018,84 Ha (47,41%), Cukup Sesuai (S2) seluas 1.322,98 Ha (20,78%), Sesuai Marginal (S3) seluas 473,45 Ha (7,43%), dan Tidak Sesuai (N) seluas 1.552,79 Ha (24,38%) dari total luas wilayah 6.368,06 Ha. Sementara itu, hasil evaluasi terhadap WIUP seluas 1.236,53 Ha menunjukkan kategori Sangat Sesuai (S1) seluas 264,93 Ha (21,43%), Cukup Sesuai (S2) seluas 746,34 Ha (60,36%), Sesuai Marginal (S3) seluas 64,91 Ha (5,25%), dan Tidak Sesuai (N) seluas 160,35 Ha (12,96%). Berdasarkan hasil tersebut, disusun rekomendasi zonasi pertambangan yang terdiri atas zona dapat diberikan izin seluas 3.018,84 Ha (47,41%), zona dapat diberikan izin bersyarat seluas 1.796,43 Ha (28,21%), dan zona tidak dapat diberikan izin seluas 1.552,79 Ha (24,38%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar sinkronisasi kebijakan tata ruang dan perizinan pertambangan dalam mendukung pengelolaan pertambangan batuan dan mineral bukan logam yang berkelanjutan di Kecamatan Ulujadi, Kota Palu.

Kata Kunci: Evaluasi Kesesuaian Lahan, Sistem Informasi Geografis, Analytical Hierarchy Process, Indeks Kesesuaian Lahan, Pertambangan Batuan dan Mineral Bukan Logam, Kecamatan Ulujadi.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Teknik > Teknik Perencanaan Wilayah Kota
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Perencanaan Wilayah Kota
Date Deposited: 05 Aug 2026 07:04
Last Modified: 05 Aug 2026 07:04
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157127
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item