PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN HERBAL BERBEDA PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN UDANG KAKI PUTIH (Penaeus Vannamei Boone,1931)

MOH. AMMAR AL GHIFARI (2026) PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN HERBAL BERBEDA PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN UDANG KAKI PUTIH (Penaeus Vannamei Boone,1931). Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Moh. Ammar Al Ghifari (O 271 21 013). Pengaruh Penambahan Bahan Herbal Berbeda Pada Pakan Terhadap Pertumbuhan Udang Kaki Putih (Penaeus vannamei Boone, 1931). Eka Rosyida dan Samliok Ndobe (2026). Udang kaki putih (Penaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas perikanan yang permintaannya tinggi di pasar Indonesia. Pakan yang berkualitas merupakan faktor utama dalam pertumbuhan udang kaki putih, pakan yang tidak berkualitas menyebabkan pertumbuhan dan metabolisme udang kaki putih menjadi lambat. Salah satu alternatif meningkatkan kualitas pakan yaitu dengan cara penambahan bahan herbal jahe, kunyit dan temulawak pada pakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian bahan herbal berbeda dalam pakan terhadap pertumbuhan udang kaki putih. Penelitian dilaksanakan pada bulan November-Desember 2025 di Laboratorium Kualitas Air dan Biologi Akuatik, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah. Biota uji yang digunakan adalah 200 ekor post larva (PL) 20 udang kaki putih dengan bobot rata-rata ±0,25 g. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu : A (Tanpa penambahan bahan herbal), B (Penambahan jahe 1,4 g/100 g pakan), C (Penambahan kunyit 1,4 g/100 g pakan), D (Penambahan temulawak 1,4/100 g pakan). Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA, apabila terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan BNT (Beda Nyata Terkecil) untuk melihat perbedaan antar perlakuan, sedangkan parameter kualitas air dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk Tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bahan herbal berbeda pada pakan berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertumbuhan bobot udang kaki putih. Pertumbuhan bobot mutlak tertinggi diperoleh pada perlakuan D (temulawak 1,4 g/100 g pakan) sebesar 0,71 g, sedangkan terendah pada perlakuan A (kontrol) sebesar 0,46 g. Rasio konversi pakan (FCR) terbaik pada perlakuan D (temulawak 1,4 g/100 g pakan) sebesar 3,02 dan tertinggi pada perlakuan A (kontrol) sebesar 5,10. Tingkat kelangsungan hidup (SR) berkisar antara 92-86?ngan nilai tertinggi pada perlakuan A (kontrol) dan terendah pada perlakuan D (Temulawak) penambahan temulawak dengan dosis 1,4 g/100 g pakan memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan bobot mutlak, rasio konversi pakan (FCR) yaitu masing-masing 0,71 g dan 3,02. Kata kunci : Udang kaki putih (Penaeus vannamei Boone, 1931), bahan herbal, jahe, kunyit, dan temulawak.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Peternakan dan Perikanan > Akuakultur
S Agriculture > Akuakultur
Divisions: Fakultas Peternakan dan Perikanan > Akuakultur
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Akuakultur
Date Deposited: 06 Aug 2026 02:36
Last Modified: 06 Aug 2026 02:36
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157141
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item