HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU DAN INTENSITAS KEBISINGAN DENGAN KELUHAN GANGGUAN PENDENGARAN PADA TIM PEMELIHARAAN DAN OPERATOR MESIN PLTD SILAE

REVAGITA NURULSABILA S. AMINUDIN (2026) HUBUNGAN FAKTOR INDIVIDU DAN INTENSITAS KEBISINGAN DENGAN KELUHAN GANGGUAN PENDENGARAN PADA TIM PEMELIHARAAN DAN OPERATOR MESIN PLTD SILAE. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Revagita Nurulsabila S. Aminudin. Hubungan Faktor Individu Dan Intensitas
Kebisingan Dengan Keluhan Gangguan Pendengaran Pada Tim Pemeliharaan Dan
Operator Mesin PLTD Silae (di bawah bimbingan Muhammad Sabri Syahrir dan
Pertiwi)
Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Keluhan gangguan pendengaran merupakan salah satu masalah kesehatan akibat
kerja yang sering terjadi akibat paparan kebisingan melebihi Nilai Ambang Batas
(NAB) 85 dB di lingkungan industri. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa
intensitas kebisingan mencapai 103 dB saat mesin beroperasi sehingga berisiko
menyebabkan keluhan gangguan pendengaran pada tim pemeliharaan dan operator
mesin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor individu dan
intensitas kebisingan dengan keluhan gangguan pendengaran pada tim
pemeliharaan dan operator mesin PLTD Silae. Jenis penelitian ini adalah
observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian
berjumlah 45 responden dengan teknik total sampling. Variabel independen
meliputi intensitas kebisingan, umur, dan masa kerja, sedangkan variabel dependen
adalah keluhan gangguan pendengaran. Pengumpulan data dilakukan menggunakan
sound level meter dan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan
bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat
hubungan antara intensitas kebisingan dengan keluhan gangguan pendengaran
(p=0,005), umur dengan keluhan gangguan pendengaran (p=0,000), dan masa kerja
dengan keluhan gangguan pendengaran (p=0,000). Penelitian ini menyimpulkan
bahwa intensitas kebisingan, umur, dan masa kerja merupakan faktor yang
berhubungan dengan keluhan gangguan pendengaran pada tim pemeliharaan dan
operator mesin PLTD Silae. Disarankan agar perusahaan meningkatkan
pengendalian kebisingan, kepatuhan penggunaan alat pelindung telinga, serta
melakukan pemeriksaan kesehatan pendengaran secara berkala guna mencegah
keluhan gangguan pendengaran akibat kerja.
Kata Kunci : Keluhan Gangguan Pendengaran, Intensitas Kebisingan, Masa
Kerja, Pekerja PLTD, Umur

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
R Medicine > Kesehatan Masyarakat
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Library of Congress Subject Areas > R Medicine > Kesehatan Masyarakat
Date Deposited: 10 Aug 2026 03:30
Last Modified: 10 Aug 2026 03:30
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157206
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item