IDENTIFIKASI GULMA PADA LAHAN WORTEL (Daucus Carota L.) DI TANANTOVEA BERDASARKAN PERBEDAAN POSISI LAHAN

RATIH NURHAYATI (2026) IDENTIFIKASI GULMA PADA LAHAN WORTEL (Daucus Carota L.) DI TANANTOVEA BERDASARKAN PERBEDAAN POSISI LAHAN. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Ratih Nurhayati (E281 22 063). Identifikasi Gulma Pada Lahan Wortel (Daucus Carota L.) Di Tanantovea Berdasarkan Perbedaan Posisi Lahan. Dalam penelitian ini (dibimbing oleh Syamsuddin Laude dan Ramli). Keberadaan gulma pada lahan pertanian dapat menghambat pertumbuhan tanaman wortel karena adanya persaingan dalam pemanfaatan unsur hara, air, dan cahaya, sehingga berpotensi menurunkan produktivitas tanaman. Pada lahan dengan sistem budidaya terasering, perbedaan posisi teras menyebabkan variasi kondisi lingkungan seperti kelembapan tanah, intensitas cahaya, dan tingkat kesuburan, yang berpengaruh terhadap komposisi dan dominansi gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis gulma dominan pada lahan tanaman wortel dengan sistem budidaya terasering di wilayah Tanantovea. Penelitian dilaksanakan di lahan budidaya wortel dengan sistem terasering di wilayah Kebun Kopi, Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Dengan posisi lahan berbeda, yakni Wilayah bawah jalan (970 mdpl) dengan titik koordinat Lat-0.729346o Long 119.989884o dan wilayah bagian atas jalan (1.067 mdpl) dengan titik koordinat Lat-0.724335o Long 119.991826o. Pengambilan dan analisis sampel gulma dilakukan pada dua Wilayah yaitu terasering bagian bawah jalan dan terasering bagian atas jalan. Kegiatan identifikasi dan pengolahan sampel gulma juga dilaksanakan di Laboratorium Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu. Penelitian berlangsung pada bulan Oktober hingga November 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi dan dominansi gulma berbeda pada setiap wilayah. Gulma dominan pada bagian bawah jalan berdasarkan nilai Summed Dominansi Rasio (SDR) adalah Ageratum conyzoides, Panicum repens, Eleusine indica, dan Ludwigia palustris. Sementara itu, gulma dominan pada bagian atas jalan adalah Ageratum conyzoides, Eleusine indica, dan Cyperus rotundus. Nilai indeks keanekaragaman gulma (H’) tergolong sedang pada kedua wilayah, yaitu 2,273 pada bagian bawah jalan dan 1,934 pada bagian atas jalan, dengan keanekaragaman yang cenderung lebih rendah pada bagian atas jalan. Koefisien kesamaan komunitas gulma antara kedua wilayah mencapai 53,76%, yang menunjukkan tingkat kesamaan spesies gulma tergolong sedang. Kata kunci : gulma , Wortel (Daucus carota L.), Terasering.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Pertanian > Agroteknologi
S Agriculture > Agroteknologi
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Agroteknologi
Date Deposited: 10 Aug 2026 04:05
Last Modified: 10 Aug 2026 04:05
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157214
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item