ADELH RATU RANDAN PASAPAN (2026) UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN LOTION MINYAK BIJI KELOR (Moringa Oleifera Lamk.) DENGAN PERBANDINGAN TIGA METODE YANG BERBEDA (DPPH, FRAP, DAN ABTS). Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Biji kelor (Moringa oleifera Lamk.).mengandung minyak nabati yang kaya akan
senyawa fitokimia seperti asam oleat, fenolik, dan flavonoid yang memiliki
aktivitas antioksidan potensial untuk mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas.
Pemanfaatan minyak biji kelor dalam sediaan kosmetik seperti lotion memerlukan
evaluasi fisik dan pengujian aktivitas antioksidan yang akurat menggunakan
metode yang tepat. Penelitian sebelummnya didapatkan nilai IC50 minyak biji kelor
dengan metode DPPH sebesar 85,5 ppm ; 90,9 ppm ;141,1 ppm (kategori sedang
hingga kuat) dengan kandungan asam lemak meliputi asam oleat 74,6-79,9%, asam
palmitat sebesar 5,77-7,78%, asam stearat 4,71-5,48%, asam behenat 4,83–8,71%,
dan asamarakidat sebesar 2,76–6,50%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hasil evaluasi fisik sediaan lotion minyak biji kelor dan membandingkan potensi
tiga metode pengujian antioksidan (DPPH, FRAP, dan ABTS) dalam mendeteksi
aktivitas antioksidan pada sediaan lotion minyak biji kelor. Minyak biji kelor
diekstraksi menggunakan metode soxhletasi dengan pelarut n-heksana. Sediaan
lotion dibuat dalam dua formula: Basis (tanpa zat aktif).dan Formula 1 (dengan
minyak biji kelor 10%). Evaluasi fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH,
viskositas, dan daya sebar. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode
DPPH, FRAP, dan ABTS menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Ekstraksi
menghasilkan rendemen minyak sebesar 41,26%. Hasil evaluasi fisik menunjukkan
sediaan lotion Formula 1 memiliki bentuk emulsi kental, warna putih kekuningan,
aroma khas, homogen, pH 6,74, viskositas 2076 cP, dan daya sebar 6,48 cm, di
mana.seluruh parameter memenuhi standar SNI. Hasil uji antioksidan sediaan
lotion menunjukkan nilai IC50 DPPH sebesar 3,51E+14 ppm (sangat lemah), EC50
FRAP sebesar 6,63 ppm (sangat kuat), dan IC50 ABTS sebesar 5,55 (sangat kuat).
Berdasarkan hasil penelitian, Metode FRAP dan ABTS terbukti lebih efisien dalam
mendeteksi aktivitas antioksidan pada sediaan lotion minyak biji kelor
dibandingkan metode DPPH.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Matematika dan IPA > Farmasi Q Science > Farmasi |
| Divisions: | Fakultas Matematika dan IPA > Farmasi Library of Congress Subject Areas > Q Science > Farmasi |
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 06:20 |
| Last Modified: | 10 Aug 2026 06:20 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157228 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

