PENGARUH TEMPERATUR SINTER TERHADAP SIFAT FISIS DAN TEGANGAN OUTPUT PADA KOMPOSIT HIDROKSIAPATIT/ BARIUM TITANAT

IMANUEL RANDAI (2026) PENGARUH TEMPERATUR SINTER TERHADAP SIFAT FISIS DAN TEGANGAN OUTPUT PADA KOMPOSIT HIDROKSIAPATIT/ BARIUM TITANAT. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK
IMANUEL RANDAI. Program Studi S1 Teknik Mesin. Pengaruh Temperatur Sinter
Terhadap Sifat Fisis Dan Tegangan Output Komposit Hidroksiapatit /Barium
Titanat. Dibimbing oleh Muh. Sadat Hamzah dan Abdul Muis
Penelitian ini menganalisis pengaruh temperatur sinter terhadap sifat fisis dan
tegangan output piezoelektrik komposit hidroksiapatit/ barium titanat dengan
komposisi 92,5% hidroksiapatit dan 7,5?rium titanat. Hidroksiapatit diperoleh
dari limbah tulang sapi melalui kalsinasi pada suhu 700°C, sedangkan barium
titanat digunakan sebagai bahan komersial. Spesimen dibentuk dengan metode
uniaxial pressing menggunakan cetakan silinder berdiameter 15 mm, lalu disinter
pada suhu 1000°C dan 1100°C selama 1 jam. Karakterisasi dilakukan
menggunakan XRD untuk identifikasi fasa kristal, SEM untuk pengamatan
morfologi, serta osiloskop untuk mengukur tegangan output piezoelektrik.
Hasil XRD menunjukkan bahwa hidroksiapatit tetap menjadi fasa dominan pada
kedua suhu sinter, dengan puncak intensitas tertinggi pada 2? sekitar 31,75° yang
berkaitan dengan bidang (211) hidroksiapatit heksagonal. Fasa Barium Titanat
teridentifikasi sebagai fasa sekunder yang stabil tanpa dekomposisi termal yang
signifikan. Peningkatan temperatur sinter hingga 1100°C meningkatkan intensitas
relatif beberapa puncak hidroksiapatit yang menandakan kenaikan kristalinitas.
Hasil SEM memperlihatkan morfologi granular dengan pertumbuhan butir yang
baik, batas butir yang jelas, dan partikel Barium Titanat yang terdispersi dalam
matriks HA, meskipun masih terdapat porositas dan aglomerasi lokal. Pengujian
tegangan output menghasilkan nilai Vpp sebesar 5,2 V sebelum pembebanan dan
meningkat menjadi 5,4 V setelah pembebanan (kenaikan 0,2 V atau 3,85%),
sehingga komposit hidroksiapatit/ barium titanat yang disinter pada 1000°C dinilai
paling optimal sebagai biomaterial piezoelektrik.
Kata kunci: Hidroksiapatit, Barium Titanat, Sintering, Sifat Fisis, Piezoelektrik,
XRD, SEM, Tegangan Output

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Teknik > Teknik Mesin
T Technology > Teknik Mesin
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Library of Congress Subject Areas > T Technology > Teknik Mesin
Date Deposited: 11 Aug 2026 01:57
Last Modified: 11 Aug 2026 01:57
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157250
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item