IDENTIFIKASI SENYAWA BIOAKTIF DAUN PEPOLO SERTA KAJIAN MEKANISME MOLEKULAR SEBAGAI ANTIHELMINTIK PADA PENGOBATAN PENYAKIT ENDEMIK SCHISTOSOMIASIS DI KAB. POSO SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN

DIAN AYU FARADIBBA MEILANNY (2026) IDENTIFIKASI SENYAWA BIOAKTIF DAUN PEPOLO SERTA KAJIAN MEKANISME MOLEKULAR SEBAGAI ANTIHELMINTIK PADA PENGOBATAN PENYAKIT ENDEMIK SCHISTOSOMIASIS DI KAB. POSO SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Schistosomiasis merupakan penyakit parasit yang disebabkan oleh cacing
Schistosoma dan masih menjadi penyakit endemik di beberapa wilayah Sulawesi
Tengah. Penggunaan obat antihelmintik sintetis seperti Praziquantel dalam jangka
panjang berpotensi meningkatkan risiko resistensi obat dan efek samping. Oleh
karena itu, eksplorasi tanaman obat sebagai terapi alternatif perlu dilakukan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif yang terkandung
dalam daun pepolo (Bischofia javanica Blume), menganalisis mekanisme
molekulernya sebagai kandidat antihelmintik menggunakan pendekatan in silico,
serta mengembangkan video pembelajaran berbasis hasil penelitian sebagai sumber
belajar kimia berbasis laboratorium. Penelitian ini menggunakan metode
eksperimen laboratorium, analisis molecular docking, dan pengembangan media
pembelajaran. Ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut etanol yang dilanjutkan
dengan skrining fitokimia, penentuan kadar flavonoid menggunakan
spektrofotometri UV–Vis, serta identifikasi senyawa menggunakan LC-HR/MS.
Analisis molecular docking dilakukan menggunakan perangkat lunak AutoDock
Vina dengan reseptor target Glutathione S-Transferase (GST). Hasil skrining
fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun pepolo mengandung alkaloid,
flavonoid, saponin, fenolik, dan tanin. Kadar total flavonoid ekstrak etanol
diperoleh sebesar 76,065 mg/100 g. Analisis LC-HR/MS berhasil mengidentifikasi
beberapa senyawa bioaktif, yaitu caffeic acid, gallic acid, ellagic acid, 1,2,4,6
tetragalloylglucose, dan umbelliferone. Hasil analisis molecular docking
menunjukkan bahwa senyawa 1,2,4,6-tetragalloylglucose memiliki nilai afinitas
ikatan terbaik sebesar ?10,9 kcal/mol, yang mengindikasikan potensi interaksi yang
kuat dengan reseptor GST. Selain itu, video pembelajaran yang dikembangkan
berdasarkan hasil penelitian memperoleh persentase kelayakan sebesar 81,33?rdasarkan validasi ahli dosen, yang termasuk dalam kategori sangat layak (810%). Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa daun pepolo berpotensi sebagai
sumber senyawa antihelmintik alami untuk pengobatan schistosomiasis. Selain itu,
video pembelajaran yang dikembangkan sangat layak digunakan sebagai sumber
belajar kimia berbasis laboratorium.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Kimia
L Pendidikan > Pendidikan Kimia
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Kimia
Library of Congress Subject Areas > L Pendidikan > Pendidikan Kimia
Date Deposited: 11 Aug 2026 02:37
Last Modified: 11 Aug 2026 02:37
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157255
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item