ADITYA WIRASAPUTRA (2026) PREFERENSI PAKAN, STATUS FISIOLOGIS, DAN MORFOMETRI BURUNG MALEO (Macrocephalon Maleo) DEWASA PADA KONSERVASI EX – SITU DI SULAWESI TENGAH. Magister thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
ABSTRAK
Burung Maleo (Macrocephalon maleo) merupakan satwa endemik Sulawesi yang
berstatus terancam punah sehingga memerlukan upaya konservasi yang didukung oleh
informasi mengenai preferensi pakan, kebutuhan nutrien, status fisiologis, dan
karakteristik morfologis pada sistem konservasi ex-situ. Penelitian ini bertujuan
mengidentifikasi preferensi pakan, konsumsi nutrien, status fisiologis, morfometri dan
karakteristik morfologis burung Maleo dewasa yang dipelihara di penangkaran ex-situ
sebagai dasar penyusunan manajemen pakan dan pemeliharaan yang lebih efektif.
Penelitian dilaksanakan pada 03 Januari – 29 Maret 2026 di kandang konservasi ex-situ
PT Panca Amara Utama, Sulawesi Tengah. Materi penelitian terdiri dari: tujuh ekor
burung Maleo dewasa berumur diatas 36 bulan, yaitu tiga ekor jantan dan empat ekor
betina, bobot burung maleo jantan ± 559,00 g dan betina ± 546,25 g sebagai bobot badan
awal sebelum penelitian. Pengamatan preferensi pakan dilakukan menggunakan metode
free choice feeding (bebas pilih) dengan enam jenis bahan pakan, yaitu jagung giling,
kemiri giling, kacang hijau giling, kacang kedelai giling, tepung ikan teri, dan udang
lamale kering. Variabel yang diamati: preferensi pakan, konsumsi nutrien, temperatur
rektal, frekuensi napas, denyut jantung, dan karakteristik morfologis. Data dianalisis
secara deskriptif menggunakan nilai rataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
burung Maleo jantan memiliki preferensi pakan tertinggi terhadap jagung (37,67%) dan
kemiri (34,36%), sedangkan burung betina lebih menyukai kemiri (40,35%) dan jagung
(26,84%). Konsumsi protein pakan mencapai 19,27% pada jantan dan 18,96% pada
betina, dengan energi metabolis masing-masing sebesar 4.283 dan 4.458 kkal. Status
fisiologis menunjukkan bahwa temperatur rektal burung Maleo jantan yaitu 42,00 ±
0,47°C dan betina 42,60 ± 0,33°C. Frekuensi napas tercatat 43,89 ± 5,31 kali/menit pada
jantan dan 42,84 ± 7,31 kali/menit pada betina, dan denyut jantung sebesar 337,45 ±
11,82 kali/menit pada jantan dan 328,00 ± 6,38 kali/menit pada betina. Karakteristik
morfologis menunjukkan bobot badan setelah penelitian meningkat dengan rata-rata
menjadi 886,67 ± 384,75 g pada jantan dan 890,67 ± 381,82 g pada betina, dengan
ukuran tubuh yang relatif seragam pada sebagian besar parameter morfometri. Informasi
ini dapat dijadikan sebagai dasar penyusunan formulasi pakan dan pengelolaan
pemeliharaan untuk mendukung keberhasilan konservasi dan pengembangbiakan
burung Maleo di habitat ex-situ berpeluang untukn dikembangkan.
Kata kunci: Macrocephalon maleo, preferensi pakan, nutrien, status fisiologis,
konservasi ex-situ
| Item Type: | Thesis (Magister) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Pascasarjana > Magister Ilmu Pertanian S Agriculture > Magister Ilmu Pertanian |
| Divisions: | Pascasarjana > Magister Ilmu Pertanian Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Magister Ilmu Pertanian |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 03:44 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 03:44 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157265 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

