ERODIBILITAS TANAH PADA TOPOSEKUEN (LERENG BAWAH, TENGAH DAN ATAS) DI DESA LABUAN TOPOSO KECAMATAN LABUAN KABUPATEN DONGGALA

WINA SHAFARIA (2026) ERODIBILITAS TANAH PADA TOPOSEKUEN (LERENG BAWAH, TENGAH DAN ATAS) DI DESA LABUAN TOPOSO KECAMATAN LABUAN KABUPATEN DONGGALA. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Wina Shafaria (E 281 20 133) Erodibilitas Tanah pada Toposekuen (Lereng
Bawah, Tengah dan Atas) di Desa Labuan Toposo Kecamatan Labuan
Kabupaten Donggala (Dibimbing oleh Abdul Rahman dan Rully Akbar
Pribudi Djalalembah)
Erodibilitas tanah merupakan tingkat kepekaan tanah terhadap suatu erosi. Tanah
dengan erodibilitas yang tinggi menunjukkan tanah lebih mudah tererosi, sedangkan tanah dengan erodibilitas yang rendah memiliki ketahanan yang lebih
baik atau lebih bertahan terhadap erosi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan
untuk mengkaji nilai erodibilitas tanah pada Toposekuen (Lereng bawah, tengah
dan atas) pada penggunaan lahan jagung dan lahan kakao di Desa Labuan Toposo
Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala. Lokasi pengambilan sampel tanah
dilaksanakan di Desa Labuan Toposo Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala. Analisis sampel tanah dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas
Pertanian, Universitaas Tadulako, Kota Palu. Waktu penelitian dilaksanakan pada
bulan Maret sampai Juni 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode deskriptif dengan pendekatan survei secara langsung di lapangan. Penentuan titik pengamatan dilakukan secara strata (stratified sampling) pada 2
(dua) penggunaan lahan yang berbeda yaitu lahan tanaman jagung dan lahan
tanaman kakao. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada 3 (tiga) titik yaitu
lereng bawah, lereng tengah dan lereng atas dengan kemiringan 8-15%. Masing- masing pada bagian bawah, tengah, dan atas di ambil sebanyak 3 (tiga) sampel
sehingga diperoleh 18 sampel tanah utuh dan tidak utuh. Pengambilan sampel
tanah menggunakan cangkul (sampel tanah tidak utuh) dan ring sampel (sampel
tanah utuh) pada kedalaman 0-20 cm. Setelah itu sampel dimasukkan ke dalam
plastik. Sampel yang diperoleh kemudian di analisis di laboratorium dengan
parameter pengamatan struktur tanah, tekstur tanah, permeabilitas, bahan organik, dan bobot isi tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai erodibilitas tanah
pada toposekuen (Lereng bawah, tengah dan atas) pada penggunaan lahan jagung
adalah rendah (0,18 – 0,21) sampai sedang (0,23 – 0,25). Nilai erodibilitas tanah
yang baik pada 2 penggunaan lahan yang berbeda yaitu pada tanaman jagung
memiliki nilai erodibilitas yang lebih rendah dari pada tanaman kakao dimana
tanaman jagung memiliki nilai erodibilitas (0,18-0,25) masuk dalam kriteria
rendah hingga sedang, pada lahan kakao memiliki nilai erodibilitas (0,23-0,39)
masuk dalam kriteria sedang sampai dengan agak tinggi. Hal ini disebabkan
karena tanaman jagung memiliki jumlah bahan organik yang sangat tinggi dari
tanaman kakao. Dimana semakin tinggi bahan organik maka semakin stabil
agregat tanah, sehingga mengurangi potensi erosi oleh air hujan. Bahan organik
tinggi pada lahan tanaman jagung justru menekan erodibilitas lebih rendah dari
pada lahan tanaman kakao.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Pertanian > Agroteknologi
S Agriculture > Agroteknologi
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Agroteknologi
Date Deposited: 11 Aug 2026 06:25
Last Modified: 11 Aug 2026 06:25
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157286
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item