Representasi Duka Dalam Film Jatuh Cinta Seperti Di Film-Film (Analisis Semiotika Roland Barthes)

LARASATI AYUNINGRUM (2026) Representasi Duka Dalam Film Jatuh Cinta Seperti Di Film-Film (Analisis Semiotika Roland Barthes). Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK
Larasati Ayuningrum B501 22 006 “Representasi Duka dalam Film Jatuh
Cinta Seperti di Film-Film” (Analisis Semiotika Roland Barthes)” Program
Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
Tadulako, di bawah bimbingan Anita Pahlevi dan Kudratullah.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi duka dalam film Jatuh
Cinta Seperti di Film-Film dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland
Barthes. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana pengalaman berduka
direpresentasikan melalui tokoh Hana sebagai individu yang kehilangan pasangan
dan mengalami kesulitan terhadap kemungkinan hadirnya cinta baru. Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi dan analisis teks film
melalui pemilihan adegan-adegan yang relevan dengan tema duka.
Analisis dilakukan melalui tiga tahap pemaknaan, yaitu denotasi, konotasi, dan
mitos, dengan mengkaji elemen visual dan dialog. Hasil analisis kemudian
dikaitkan dengan menggunakan konsep lima tahap berduka dari Elisabeth KüblerRoss & Kessler yang meliputi penyangkalan (denial), kemarahan (anger),
penawaran (bergaining), depresi (depression) dan penerimaan (acceptance) untuk
mengetahui dinamika emosional Hana. Pada tingkat denotasi, duka ditampilkan
melalui rangkaian adegan yang memperlihatkan perubahan warna, respons, dan
interaksi Hana dalam menghadapi kehilangan dan kehadiran cinta baru. Pada
tingkat konotasi, duka tidak hanya dimaknai sebagai kesedihan akibat kematian
pasangan, tetapi juga sebagai pengalaman yang memunculkan penolakan terhadap
cinta baru, rasa bersalah ketika mulai merasakan kebahagiaan, serta proses
penerimaan kehilangan dengan memaknai kembali kehidupannya. Sementara itu,
pada tingkat mitos, film ini merefleksikan pandangan sosial bahwa individu yang
berduka memiliki batasan dalam mengekspresikan kebahagiaan dan melanjutkan
kehidupan setelah kehilangan. Jika dikaitkan dengan teori Kübler-Ross & Kessler,
perjalanan Hana merepresentasikan bahwa proses berduka bersifat dinamis, tidak
linear, dapat berulang, hingga akhirnya mencapai tahap penerimaan sebagai bentuk
adaptasi terhadap kehidupan. Dengan demikian, film ini merepresentasikan duka
sebagai pengalaman personal yang tidak hanya berkaitan dengan kehilangan, tetapi
juga sebagai proses individu dalam menyesuaikan diri, memaknai kembali
kehidupannya serta turut dipengaruhi oleh interaksi sosial, pandangan, dan
ekspektasi terhadap individu yang mengalami kehilangan.
Kata Kunci: Representasi, Semiotika, Roland Barthes, Duka, Film

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
H Ilmu Sosial > Ilmu Komunikasi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Komunikasi
Library of Congress Subject Areas > H Ilmu Sosial > Ilmu Komunikasi
Date Deposited: 11 Aug 2026 07:28
Last Modified: 11 Aug 2026 07:28
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157310
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item