PENGARUH NANOEMULSI CAMPURAN MINYAK SERAI WANGI (Cymbopogon Nardus L.) DAN SELASIH UNGU (Ocimum Sanctum L. ) TERHADAP MORTALITAS DAN AKTIVITAS MAKAN LARVA Spodoptera Frugiperda J.E Smith (Lepidoptera:Noctuidae)

SUKMAWATI A. LETTUNG (2026) PENGARUH NANOEMULSI CAMPURAN MINYAK SERAI WANGI (Cymbopogon Nardus L.) DAN SELASIH UNGU (Ocimum Sanctum L. ) TERHADAP MORTALITAS DAN AKTIVITAS MAKAN LARVA Spodoptera Frugiperda J.E Smith (Lepidoptera:Noctuidae). Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Sukmawati A. Lettung (E 281 20 211) “Pengaruh Nanoemulsi Campuran
Minyak Serai Wangi (Cymbopogon nardus L.) dan Selasih Ungu (Ocimum
sanctum L.) Terhadap Mortalitas dan Aktivitas Makan Larva Spodoptera
frugiperda J.E Smith Lepidoptera:Noctuidae”. (Dibimbing oleh Bapak
Prof. Dr. Shahabuddin, M.Si dan Bapak Prof. Dr. Ir. H. Alam Anshary,
M.Si. IPM ASEAN Eng., 2026).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek perbedaan konsentrasi
nanoemulsi campuran minyak serai wangi dan selasih ungu terhadap
mortalitas, aktivitas makan, dan perkembangan larva spodoptera frugiperda.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan
Fakultas Pertanian, dan di Laboratorium Kimia Fakultas Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tadulako pada bulan Mei 2024 sampai
bulan Agustus 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap
(RAL). Perlakuan yang di berikan adalah nanoemulsi campuran minyak Sereh
wangi dan selasih ungu dengan 6 konsentrasi. Setiap Perlakuan diulang 4 kali
dengan menggunakan larva S. frugiperda instar III. Konsentrasi Nanoemulsi
campuran minyak serai wangi (Cymbopogon nardus L.) dan selasih ungu
(Ocimum sanctum L.) yaitu 0 (kontrol), 0,35%, 0,75%, 1,5%, 3%, dan 6%.
Variabel pengamatan yang dilakukan terdiri atas Mortalitas Larva, Efek
Antifeedant Nanoemulsi dan Perkembangan Larva S. frugiperda menjadi
Pupa dan Imago. Hasil penelitian menunjukan bahwa Nanoemulsi campuran
minyak serai wangi (Cymbopogon nardus L.) dan selasih ungu (Ocimum
sanctum L.) dapat digunakan sebagai insektisida nabati, karena bersifat
sebagai racun, terdapat pada nilai LC50 yaitu 1,4%. Daya hambat makan
nanoemulsi campuran minyak serai wangi dan selasih ungu terhadap larva S.
frugiperda berbanding lurus dengan konsentrasi, di mana konsentrasi
tertinggi berada pada konsentrasi 6?ngan daya hambat makan 58,76?ngan kriteria penghambatan makan (Lemah) pada pengamatan 24 jam,
77,15?ngan kriteria penghambatan makan (Sedang) pada pengamatan
48 jam dan 88,69?ngan kriteria penghambatan makan (Kuat) pada
pengamatan 72 jam. Nanoemulsi campuran minyak serai wangi dan selasih
ungu mampu menghambat perkembangan larva S. frugiperda hingga stadia
pupa dan imago pada setiap konsentrasi yang berbeda.
Kata kunci: Nanoemulsi, Minyak Serai Wangi dan Selasih Ungu, Mortalitas,
Aktivitas Makan, Spodoptera frugiperda J.E Smith.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Pertanian > Agroteknologi
S Agriculture > Agroteknologi
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Agroteknologi
Date Deposited: 12 Aug 2026 02:01
Last Modified: 12 Aug 2026 02:01
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157322
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item