VEREN GRACIELLA (2026) PENERAPAN LATIHAN GERAK SENDI AKTIF DAN PASIF PADA PASIEN PASCA OPERASI FRAKTUR EKSTREMITAS UNTUK MENCEGAH KONTRAKTUR DI RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH. Diploma thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
ABSTRAK
Penerapan Latihan Gerak Sendi Aktif dan Pasif Pada Pasien Pasca Operasi Fraktur Ekstremitas
Untuk Mencegah Kontraktur di RSUD Undata
Provinsi Sulawesi Tengah
Veren Graciella
Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Ns. Windu Unggun Cahya Jalu Putra, S.Kep., M.Kep
Latar Belakang: Fraktur merupakan kondisi terputusnya kontinuitas tulang yang dapat
menyebabkan gangguan mobilitas pada ekstremitas yang mengalami cedera. Pada pasien pasca
operasi fraktur, keterbatasan mobilitas yang berlangsung dalam waktu lama dapat menimbulkan
komplikasi berupa kekakuan sendi hingga kontraktur. Salah satu intervensi keperawatan yang
dapat dilakukan adalah latihan gerak sendi aktif dan pasif (Range of Motion/ROM). Tujuan:
Diketahuinya penerapan latihan gerak sendi aktif dan pasif pada pasien pasca operasi fraktur
ekstremitas untuk mencegah kontraktur di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Metode:
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien
pasca operasi fraktur ekstremitas. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi,
pemeriksaan fisik, dan rekam medis. Penerapan latihan ROM aktif dan pasif diberikan secara
bertahap selama tiga hari sesuai dengan kondisi dan toleransi pasien. Hasil: Penerapan latihan
ROM selama tiga hari menunjukkan adanya perkembangan kemampuan gerak pada kedua klien.
Pada Tn. Y, latihan ROM aktif dilakukan secara bertahap mulai dari latihan isometrik, assistif,
isotonik, hingga resistif, disertai peningkatan kekuatan otot dari skala 1 menjadi skala 4. Pada Ny.
M, latihan ROM dilakukan secara bertahap dimulai dari latihan aktif isometrik, dilanjutkan dengan
ROM pasif, kemudian berkembang menjadi ROM aktif isotonik dan resistif sesuai kondisi klien,
disertai peningkatan rentang gerak fleksi lutut dari 30° menjadi 70° serta peningkatan kekuatan
otot dari skala 1 menjadi skala 3. Kesimpulan: Berdasarkan hasil yang diperoleh, penerapan
latihan ROM aktif dan pasif menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mobilitas dan rentang
gerak sendi pada kedua klien. Hal ini menunjukkan bahwa latihan ROM aktif dan pasif dapat
menjadi salah satu intervensi keperawatan dalam mempertahankan mobilitas sendi serta membantu
mencegah terjadinya kontraktur pada pasien pascaoperasi fraktur ekstremitas.. Saran: Latihan
ROM aktif dan pasif diharapkan dapat diterapkan secara bertahap dan sesuai dengan kondisi serta
kemampuan pasien pascaoperasi fraktur ekstremitas sebagai salah satu upaya mempertahankan
dan meningkatkan kemampuan gerak sendi. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat
mengembangkan penelitian dengan waktu penerapan yang lebih lama untuk memperoleh hasil
yang lebih optimal.
Kata kunci: Fraktur ekstremitas, mobilitas fisik, kontraktur, latihan ROM.ABSTRAK
Penerapan Latihan Gerak Sendi Aktif dan Pasif Pada Pasien Pasca Operasi Fraktur Ekstremitas
Untuk Mencegah Kontraktur di RSUD Undata
Provinsi Sulawesi Tengah
Veren Graciella
Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Ns. Windu Unggun Cahya Jalu Putra, S.Kep., M.Kep
Latar Belakang: Fraktur merupakan kondisi terputusnya kontinuitas tulang yang dapat
menyebabkan gangguan mobilitas pada ekstremitas yang mengalami cedera. Pada pasien pasca
operasi fraktur, keterbatasan mobilitas yang berlangsung dalam waktu lama dapat menimbulkan
komplikasi berupa kekakuan sendi hingga kontraktur. Salah satu intervensi keperawatan yang
dapat dilakukan adalah latihan gerak sendi aktif dan pasif (Range of Motion/ROM). Tujuan:
Diketahuinya penerapan latihan gerak sendi aktif dan pasif pada pasien pasca operasi fraktur
ekstremitas untuk mencegah kontraktur di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Metode:
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien
pasca operasi fraktur ekstremitas. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi,
pemeriksaan fisik, dan rekam medis. Penerapan latihan ROM aktif dan pasif diberikan secara
bertahap selama tiga hari sesuai dengan kondisi dan toleransi pasien. Hasil: Penerapan latihan
ROM selama tiga hari menunjukkan adanya perkembangan kemampuan gerak pada kedua klien.
Pada Tn. Y, latihan ROM aktif dilakukan secara bertahap mulai dari latihan isometrik, assistif,
isotonik, hingga resistif, disertai peningkatan kekuatan otot dari skala 1 menjadi skala 4. Pada Ny.
M, latihan ROM dilakukan secara bertahap dimulai dari latihan aktif isometrik, dilanjutkan dengan
ROM pasif, kemudian berkembang menjadi ROM aktif isotonik dan resistif sesuai kondisi klien,
disertai peningkatan rentang gerak fleksi lutut dari 30° menjadi 70° serta peningkatan kekuatan
otot dari skala 1 menjadi skala 3. Kesimpulan: Berdasarkan hasil yang diperoleh, penerapan
latihan ROM aktif dan pasif menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mobilitas dan rentang
gerak sendi pada kedua klien. Hal ini menunjukkan bahwa latihan ROM aktif dan pasif dapat
menjadi salah satu intervensi keperawatan dalam mempertahankan mobilitas sendi serta membantu
mencegah terjadinya kontraktur pada pasien pascaoperasi fraktur ekstremitas.. Saran: Latihan
ROM aktif dan pasif diharapkan dapat diterapkan secara bertahap dan sesuai dengan kondisi serta
kemampuan pasien pascaoperasi fraktur ekstremitas sebagai salah satu upaya mempertahankan
dan meningkatkan kemampuan gerak sendi. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat
mengembangkan penelitian dengan waktu penerapan yang lebih lama untuk memperoleh hasil
yang lebih optimal.
Kata kunci: Fraktur ekstremitas, mobilitas fisik, kontraktur, latihan ROM.ABSTRAK
Penerapan Latihan Gerak Sendi Aktif dan Pasif Pada Pasien Pasca Operasi Fraktur Ekstremitas
Untuk Mencegah Kontraktur di RSUD Undata
Provinsi Sulawesi Tengah
Veren Graciella
Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako
Ns. Windu Unggun Cahya Jalu Putra, S.Kep., M.Kep
Latar Belakang: Fraktur merupakan kondisi terputusnya kontinuitas tulang yang dapat
menyebabkan gangguan mobilitas pada ekstremitas yang mengalami cedera. Pada pasien pasca
operasi fraktur, keterbatasan mobilitas yang berlangsung dalam waktu lama dapat menimbulkan
komplikasi berupa kekakuan sendi hingga kontraktur. Salah satu intervensi keperawatan yang
dapat dilakukan adalah latihan gerak sendi aktif dan pasif (Range of Motion/ROM). Tujuan:
Diketahuinya penerapan latihan gerak sendi aktif dan pasif pada pasien pasca operasi fraktur
ekstremitas untuk mencegah kontraktur di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Metode:
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien
pasca operasi fraktur ekstremitas. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi,
pemeriksaan fisik, dan rekam medis. Penerapan latihan ROM aktif dan pasif diberikan secara
bertahap selama tiga hari sesuai dengan kondisi dan toleransi pasien. Hasil: Penerapan latihan
ROM selama tiga hari menunjukkan adanya perkembangan kemampuan gerak pada kedua klien.
Pada Tn. Y, latihan ROM aktif dilakukan secara bertahap mulai dari latihan isometrik, assistif,
isotonik, hingga resistif, disertai peningkatan kekuatan otot dari skala 1 menjadi skala 4. Pada Ny.
M, latihan ROM dilakukan secara bertahap dimulai dari latihan aktif isometrik, dilanjutkan dengan
ROM pasif, kemudian berkembang menjadi ROM aktif isotonik dan resistif sesuai kondisi klien,
disertai peningkatan rentang gerak fleksi lutut dari 30° menjadi 70° serta peningkatan kekuatan
otot dari skala 1 menjadi skala 3. Kesimpulan: Berdasarkan hasil yang diperoleh, penerapan
latihan ROM aktif dan pasif menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mobilitas dan rentang
gerak sendi pada kedua klien. Hal ini menunjukkan bahwa latihan ROM aktif dan pasif dapat
menjadi salah satu intervensi keperawatan dalam mempertahankan mobilitas sendi serta membantu
mencegah terjadinya kontraktur pada pasien pascaoperasi fraktur ekstremitas.. Saran: Latihan
ROM aktif dan pasif diharapkan dapat diterapkan secara bertahap dan sesuai dengan kondisi serta
kemampuan pasien pascaoperasi fraktur ekstremitas sebagai salah satu upaya mempertahankan
dan meningkatkan kemampuan gerak sendi. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat
mengembangkan penelitian dengan waktu penerapan yang lebih lama untuk memperoleh hasil
yang lebih optimal.
Kata kunci: Fraktur ekstremitas, mobilitas fisik, kontraktur, latihan ROM.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Kedokteran > D3 Ilmu Keperawatan R Medicine > D3 Ilmu Keperawatan |
| Divisions: | Fakultas Kedokteran > D3 Ilmu Keperawatan Library of Congress Subject Areas > R Medicine > D3 Ilmu Keperawatan |
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 02:54 |
| Last Modified: | 13 Aug 2026 02:54 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157349 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

