YUANDI RIZKY GUNAWAN (2026) KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PADA TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis Guineensis Jacq.) DI KECAMATAN BAMBALAMOTU KABUPATEN PASANGKAYU. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) adalah jenis tanaman tahunan dari famili Arecaceae yang berperan sebagai sumber utama minyak nabati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kelimpahan total dan keanekaragaman arthropoda pada tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) dalam fase tanaman belum menghasilkan (TBM) dan tanaman menghasilkan (TM) di Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus–Desember 2025. Desain penelitian yakni pendekatan kuantitatif dengan metode observasi lapangan pada dua lokasi yang mewakili fase TBM dan TM. Pengambilan sampel arthropoda dilakukan menggunakan beberapa metode pengambilan sampel pada masing-masing fase. Variabel pengamatan meliputi jenis dan jumlah individu arthropoda, peran fungsional arthropoda, perbandingan metode pengambilan arthropoda dan perbandingan kelimpahan total arthropoda pada tanaman kelapa sawit dalam fase pertumbuhan TBM dan TM. Perhitungan meliputi Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), indeks kemerataan (E), dan indeks dominansi (D). Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah, uji lanjut BNJ Tukey HSD dengan uji t-Test: Paired Two Sample for Means taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan identifikasi arthropoda ditemukan 5 kelas, 14 ordo, dan 77 famili dengan total 167 morfospesies dengan total individu sebanyak 9.230 individu. Kelimpahan total arthropoda didominasi oleh fase Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) sebanyak 4.663 individu dibandingkan dengan fase Tanaman Menghasilkan (TM) sebanyak 4.567 individu. Berdasarkan peran fungsional, hama yang dominan adalah Oiketicus sp., predator dominan adalah Brachymyrmex sp. 02, parasitoid dominan adalah Hoplocryptus sp, dekomposer dominan Callyntrura sp., dan polinator dominan adalah Halictus sp. Sementara itu, fase TM menunjukkan nilai indeks keanekaragaman (H’) dan kemerataan (E) lebih tinggi dibandingkan fase TBM, yaitu masing-masing sebesar 3,776 dan 0,684 pada fase TM, sedangkan fase TBM sebesar 3,608 dan 0,671. Nilai indeks dominansi (D) pada fase TBM sebesar 0,039 lebih tinggi dibandingkan fase TM sebesar 0,030, meskipun kedua fase masih tergolong dominansi rendah. Hasil uji t menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada indeks keanekaragaman dan dominansi, sedangkan indeks kemerataan tidak menunjukkan perbedaan signifikan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Pertanian > Agroteknologi S Agriculture > Agroteknologi |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Agroteknologi Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Agroteknologi |
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 05:04 |
| Last Modified: | 13 Aug 2026 05:04 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157365 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

