TENRI ESA (2026) KUALITAS BRIKET ARANG DARI CAMPURAN CANGKANG KELAPA SAWIT (Elaeis Guineensis Jacq) DAN SERBUK GERGAJIAN KAYU JATI PUTIH (Gmelina Arborea Roxb). Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Energi biomassa menjadi sumber energi alternatif pengganti bahan bakar
fosil (minyak bumi) karena beberapa sifatnya yang menguntungkan yaitu, dapat
dimanfaatkan secara lestari karena sifatnya yang dapat diperbaharui, relatif tidak
mengandung unsur sulfur sehingga tidak menyebabkan polusi udara juga dapat
meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya hutan dan pertanian. Salah satu
alternatif yang menjanjikan adalah briket biomassa yang terbuat dari bahan organik
yang dapat diperbarui. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas
briket arang dari cangkang kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) dan serbuk
gergajian kayu jati putih (Gmelina arborea Roxb) sebagai bahan bakar alternatif
yang ramah lingkungan.
Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan
5 perlakuan dan diulang sebanyak 5 kali. Dimana setiap perlakuan menggunakan
35 gram serbuk arang dengan perekat tepung tapioka sebanyak 10?ri total massa
arang, yang dilarutkan dalam 30 ml air panas. Dengan perlakuan sebagai berikut :
P1 = 100% arang cangkang kelapa sawit, P2 = 100% arang serbuk kayu jati putih,
P3 = 50 % arang cangkang kelapa sawit + 50 % arang serbuk kayu jati putih, P4 =
75 % arang cangkang kelapa sawit + 25 % arang serbuk kayu jati putih, P5 = 25 %
arang cangkang kelapa sawit + 75 % arang serbuk kayu jati putih.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas briket arang dari campuran
cangkang kelapa sawit dan serbuk gergajian kayu jati putih berdasarkan
perbandingan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-6235-2000), sebagian
besar perlakuan telah memenuhi persyaratan kadar air (<8>5.000 cal/g). Selain itu, perlakuan P2 juga
memenuhi standar nilai kalor Jepang dan Amerika, sedangkan perlakuan P5
memenuhi standar Amerika. Pada parameter kadar zat menguap, perlakuan P2 dan
P3 memenuhi standar SNI, sedangkan perlakuan lainnya hanya memenuhi sebagian
standar internasional Jepang dan Amerika. Namun, seluruh perlakuan masih belum
memenuhi persyaratan SNI untuk kadar abu dan kadar karbon terikat, sehingga
kedua parameter tersebut masih menjadi faktor pembatas kualitas briket yang
dihasilkan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Kehutanan > Kehutanan S Agriculture > Kehutanan |
| Divisions: | Fakultas Kehutanan > Kehutanan Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Kehutanan |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 02:54 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 02:54 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157401 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

