HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI FAST FOOD, KECUKUPAN ENERGI, AKTIVITAS FISIK, DAN UANG SAKU TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMANMODEL TERPADU MADANI KOTA PALUHUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI FAST FOOD, KECUKUPAN ENERGI, AKTIVITAS FISIK, DAN UANG SAKU TERHADAP KEJADIANOBESITAS PADA REMAJA DI SMANMODEL TERPADU MADANI KOTA PALU

FAHRA AULIA (2026) HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI FAST FOOD, KECUKUPAN ENERGI, AKTIVITAS FISIK, DAN UANG SAKU TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMANMODEL TERPADU MADANI KOTA PALUHUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI FAST FOOD, KECUKUPAN ENERGI, AKTIVITAS FISIK, DAN UANG SAKU TERHADAP KEJADIANOBESITAS PADA REMAJA DI SMANMODEL TERPADU MADANI KOTA PALU. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK
Fahra Aulia. Hubungan Frekuensi konsumsi Fast Food, Kecukupan Energi,
Aktivitas Fisik, dan Uang Saku dengan kejadian Obesitas pada Remaja di SMAN
Model Terpadu Madani kota Palu
(dibawah bimbingan oleh Aulia Rakhman S.KM., M.Kes dan Dian Novrianti
S.Gz.,M.Gizi)
Program Studi Gizi
Fakultas Kesehatan masyarakat
Universitas Tadulako, Palu
Obesitas pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang
prevalensinya terus meningkat dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain
frekuensi konsumsi fast food, kecukupan energi, aktivitas fisik, dan uang saku.
Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan frekuensi konsumsi fast food,
tingkat kecukupan energi, aktivitas fisik, dan uang saku dengan kejadian obesitas
pada remaja di SMAN Model Terpadu Madani Kota Palu. Penelitian menggunakan
desain cross-sectional dengan sampel sebanyak 228 responden yang dipilih
menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data frekuensi
konsumsi fast food dan kecukupan energi diperoleh menggunakan Semi
Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), aktivitas fisik diukur
menggunakan Physical Activity Level (PAL), sedangkan status gizi ditentukan
berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Analisis bivariat
menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kecukupan energi berhubungan signifikan dengan
kejadian obesitas (r = 0,196; p = 0,003), dengan kekuatan hubungan lemah dan arah
hubungan positif. Sementara itu, frekuensi konsumsi fast food (r = 0,022; p =
0,746), aktivitas fisik (r = -0,019; p = 0,775), dan uang saku (r = 0,112; p = 0,091)
tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian obesitas.
Disimpulkan bahwa kecukupan energi merupakan faktor yang berhubungan dengan
kejadian obesitas pada remaja, sedangkan frekuensi konsumsi fast food, aktivitas
fisik, dan uang saku tidak berhubungan secara signifikan. Disarankan kepada
sekolah dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan edukasi mengenai pemenuhan
kebutuhan energi sesuai Angka Kecukupan Gizi sebagai upaya pencegahan obesitas
pada remaja.
Kata kunci: obesitas, remaja, fast food, Kecukupan Energi, aktivitas fisik, uang
saku

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Kesehatan Masyarakat > Gizi
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat > Gizi
Date Deposited: 18 Aug 2026 03:43
Last Modified: 18 Aug 2026 03:43
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157416
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item