Analisis Tingkat Kerapatan Vegetasi Berdasarkan Kemiringan Lereng Di Kawasan Hutan Lindung Desa Berdikari Kecamatan Palolo

INDRA WAHYU S. ILIMULA (2026) Analisis Tingkat Kerapatan Vegetasi Berdasarkan Kemiringan Lereng Di Kawasan Hutan Lindung Desa Berdikari Kecamatan Palolo. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Indra Wahyu S. Ilimula – L131 19 395, Analisis Tingkat Kerapatan Vegetasi
Berdasarkan Kemiringan Lereng di Hutan Lindung Desa Berdikari
Kecamatan Palolo, dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Adam Malik, M.Sc dan Ir.
Misrah S.Hut., M.Sc
Kawasan hutan lindung yang berada di Desa Berdikari Kecamatan Palolo
memiliki luas sebesar 1.188,30 Ha. Kawasan hutan lindung yang terdapat di Desa
Berdikari, Kecamatan Palolo, menunjukkan bahwa kawasan hutan ini berada di
area pegunungan yang memiliki topografi yang berfariasi dari kemiringan lereng
dan juga arah lereng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerapatan
vegetasi berdasarkan kemiringan lereng di kawasan hutan lindung desa Berdikari
kecamatan Palolo menggunakan data pengindraan jauh.
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 17 Februari sampai tanggal 23
Februari 2025 di kawasan hutan lindung Desa Berdikari Kecamatan Palolo
Kabupaten Sigi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis citra
(analisis NDVI untuk kerapatan vegetasi dan analisis DEM untuk kemiringan
lereng) dan uji akurasi.
Hasil dari penelitian menunjukan bahwa tingkat kerapatan vegetasi terdiri
dari jarang seluas 11,15 Ha, sedang seluas 315 Ha, dan rapat seluas 861,54 Ha.
Kemiringan lereng terdiri dari kelas datar seluas 10,76 Ha, landai seluas 24,76 Ha,
agak curam seluas 53,73 Ha, curam seluas 231,76 Ha dan sangat curam seluas
867,29 Ha. Dari hasil penelitian diperoleh tingkat kerapatan vegetasi tinggi (rapat)
mendominasi seluruh kelas lereng yang memiliki luas 861,54 Ha dengan presentase
72,50?ri luas total wilayah penelitian yaitu 1.188,30 Ha. Kondisi ini
menunjukan bahwa kawasan penelitian masih didominasi oleh tutupan vegetasi
yang baik meskipun pada lereng yang relatif curam, secara teoritis, kemiringan
lereng merupakan faktor topografi yang memengaruhi distribusi vegetasi melalui
pengaruhnya terhadap kondisi tanah, kelembapan, dan tingkat erosi. Namun daerah
dengan lereng yang lebih curam memiliki aksebilitas yang lebih rendah sehingga
tekanan akibat aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan, pertanian intensif,
maupun pembangunan pemukiman , cenderung lebih kecil dibandingkan pada
daerah landai. Hal ini menyebabkan tutupan vegetasi pada lereng lebih curam relatif
lebih terjaga dan mampu berkembang secara alami.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Kehutanan > Kehutanan
S Agriculture > Kehutanan
Divisions: Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Kehutanan
Date Deposited: 18 Aug 2026 06:19
Last Modified: 18 Aug 2026 06:19
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157435
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item