MOHAMAD ARDI (2026) PRODUKTIVITAS DAN KUALITAS GETAH PINUS (Pinus Merkusii Jungh. Et De Vriese) ASAL KABUPATEN POSO MENGGUNAKAN STIMULANSI EKSTRAK JAHE (Zingiber Officinale). Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Getah pinus (Pinus merkusii Jungh. et de Vriese) merupakan salah satu hasil
hutan bukan kayu (HHBK) yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena
dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai industri, seperti gondorukem, terpentin,
cat, tinta, perekat, dan bahan kimia lainnya. Kabupaten Poso merupakan salah satu
daerah di Sulawesi Tengah yang memiliki potensi tegakan pinus dan telah
dimanfaatkan masyarakat melalui kegiatan penyadapan getah. Namun,
produktivitas getah yang dihasilkan masih beragam sehingga diperlukan upaya
untuk meningkatkan hasil sadapan dengan menggunakan stimulan yang aman dan
ramah lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah ekstrak jahe
(Zingiber officinale) yang mengandung senyawa aktif seperti gingerol, shogaol,
flavonoid, dan asam organik yang diduga mampu memperlancar aliran getah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak jahe
terhadap produktivitas dan kualitas getah pinus..
Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) yang
terdiri 5 (lima) perlakuan dan 3 (tiga) ulangan. Penelitian ini menggunakan 15
pohon contoh yang diberikan perlakuan menggunakan stimulansia organik Jahe,
tiap perlakuan dilakukan terhadap 3 (tiga) pohon contoh. Pohon contoh yang
digunakan dalam penelitian, dipilih terlebih dahulu sebelum dilakukan kegiatan
penyadapan getah. Pemilihan pohon contoh tersebut, dilakukan secara acak dengan
diameter 20-25 cm, belum pernah dilakukan penyadapan dan sehat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak jahe mempengaruhi
produktivitas getah secara nyata, tetapi tidak memberikan perbedaan yang
signifikan pada kualitasnya. Perlakuan dengan jahe 75% menghasilkan jumlah
getah tertinggi, dengan rata-rata 18,19 gram/koakan/14 hari. Ini membuktikan
bahwa konsentrasi tersebut paling efektif untuk merangsang keluarnya getah.
Sebaliknya, penggunaan jahe 100% justru menurunkan hasil sadapan,
kemungkinan karena konsentrasi yang terlalu tinggi dapat merusak jaringan
penghasil getah. Untuk kualitas getah, semua perlakuan tetap menghasilkan warna
yang serupa, yaitu putih, dan semuanya masuk dalam kategori mutu premium
menurut standar SNI. Kadar air getah pinus berkisar antara 3,73 % sampai 6,68%,
dan kadar kotoran antara 2,41% hingga 3,38%. Sehingga tergolong mutu premium,
dan kadar kotoran tergolong mutu super premium menurut standar SNI.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Kehutanan > Kehutanan S Agriculture > Kehutanan |
| Divisions: | Fakultas Kehutanan > Kehutanan Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Kehutanan |
| Date Deposited: | 18 Aug 2026 07:23 |
| Last Modified: | 18 Aug 2026 07:23 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157446 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

