HUBUNGAN KARAKTERISTIK RESPONDEN DENGAN KECELAKAAN KERJA DAN KELELAHAN KERJA PADA DRIVER OJEK ONLINE MAXIM DI KOTA PALU

ANJAS RESTU LATJENO (2026) HUBUNGAN KARAKTERISTIK RESPONDEN DENGAN KECELAKAAN KERJA DAN KELELAHAN KERJA PADA DRIVER OJEK ONLINE MAXIM DI KOTA PALU. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Anjas Restu Latjeno. Hubungan Karakteristik Responden dengan Kecelakaan
Kerja dan Kelelahan Kerja pada Driver Ojek Online Maxim di Kota Palu.
(Dibimbing oleh Dr. Lusia Salmawati, S.KM., M.Sc dan Muhammad Aji Satria,
S.KM., M.KKK.)
Peminatan Keselamatan Kesehatan Kerja
Program Studi Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Kecelakaan kerja dan kelelahan kerja merupakan permasalahan yang sering terjadi
pada pengemudi ojek online akibat tingginya tuntutan pekerjaan, durasi kerja, dan
beban kerja mental. Di Kota Palu, berdasarkan data Polresta Palu tahun 2024,
tercatat sebanyak 170 kasus kecelakaan lalu lintas roda dua yang mengakibatkan
42 korban meninggal dunia, 87 korban luka berat, dan 196 korban luka ringan,
dengan sebagian besar kecelakaan terjadi pada kawasan yang memiliki mobilitas
tinggi. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengemudi ojek online sebagai
kelompok pekerja yang setiap hari berada di jalan memiliki risiko tinggi mengalami
kecelakaan maupun kelelahan kerja. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk
menganalisis hubungan usia, jenis kelamin, lama kerja, dan beban kerja mental
dengan kejadian kecelakaan kerja dan kelelahan kerja pada pengemudi Maxim di
Kota Palu sebagai dasar penyusunan upaya pencegahan kecelakaan dan
peningkatan keselamatan kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif
dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 110 pengemudi
Maxim di Kota Palu dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan
menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square pada tingkat
kemaknaan ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia (p = 0,000), lama
kerja (p = 0,042), dan beban kerja mental (p = 0,029) berhubungan dengan kejadian
kecelakaan kerja, sedangkan jenis kelamin tidak berhubungan (p = 0,418). Pada
variabel kelelahan kerja, usia (p = 0,114), jenis kelamin (p = 0,668), lama kerja (p
= 0,405), dan beban kerja mental (p = 0,193) tidak menunjukkan hubungan yang
signifikan. Mayoritas responden berusia muda (86,4%), berjenis kelamin laki-laki
(61,8%), memiliki lama kerja ?40 jam per minggu (68,2%), dan mengalami
kelelahan kerja berat (76,4%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa usia,
lama kerja, dan beban kerja mental berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja
pada pengemudi Maxim di Kota Palu. Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang
signifikan antara karakteristik responden yang diteliti dengan kelelahan kerja.
Diperlukan upaya peningkatan keselamatan kerja melalui pengaturan waktu kerja,
pengendalian beban kerja mental, dan edukasi keselamatan berkendara.
Kata Kunci: usia, jenis kelamin, lama kerja, beban kerja mental, kecelakaan
kerja, kelelahan kerja, driver Maxim.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
R Medicine > Kesehatan Masyarakat
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Library of Congress Subject Areas > R Medicine > Kesehatan Masyarakat
Date Deposited: 18 Aug 2026 07:57
Last Modified: 18 Aug 2026 07:57
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157455
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item