KUALITAS BRIKET ARANG DARI SERBUK GERGAJI KAYU JATI (Tectona Grandis L.f.) DAN TEMPURUNG KELAPA (Cocos Nucifera L.) MENGGUNAKAN PEREKAT GETAH PINUS ASAL KABUPATEN POSO

LUSI MARIA PUALAA (2026) KUALITAS BRIKET ARANG DARI SERBUK GERGAJI KAYU JATI (Tectona Grandis L.f.) DAN TEMPURUNG KELAPA (Cocos Nucifera L.) MENGGUNAKAN PEREKAT GETAH PINUS ASAL KABUPATEN POSO. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Serbuk gergaji kayu jati dan tempurung kelapa merupakan limbah biomassa yang jumlahnya cukup melimpah, namun pemanfaatannya masih belum optimal. Kedua bahan tersebut memiliki potensi sebagai bahan baku pembuatan briket arang karena mengandung karbon yang tinggi, sedangkan penggunaan getah pinus sebagai perekat alami diharapkan dapat meningkatkan kualitas briket sekaligus lebih ramah lingkungan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas briket arang dari serbuk gergaji kayu jati (Tectona grandis L.f.) dan tempurung kelapa (Cocos nucifera L.) menggunakan perekat getah pinus asal Kabupaten Poso. Penelitian dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu Februari sampai April 2026. Proses pembuatan briket dilakukan di Kota Palu, sedangkan pengujian kualitas briket dilakukan di Laboratorium Terpadu Universitas Tadulako. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga kali ulangan, yaitu A (100% tempurung kelapa), B (100% serbuk gergaji kayu jati), C (75% tempurung kelapa + 25% serbuk gergaji kayu jati), D (50% tempurung kelapa + 50% serbuk gergaji kayu jati), dan E (25% tempurung kelapa + 75% serbuk gergaji kayu jati), dengan penambahan perekat getah pinus sebanyak 10 gram untuk setiap 50 gram campuran arang. Pengujian kualitas briket meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat menguap, kadar karbon terikat, dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air berkisar antara 3,325,42%, kadar abu 6,51–7,34%, kadar zat menguap 13,05–14,09%, kadar karbon terikat 74,18–75,87%, dan nilai kalor 6.073–7.371 kal/g. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan C (75% tempurung kelapa + 25% serbuk gergaji kayu jati) merupakan perlakuan terbaik karena menghasilkan kadar air terendah (3,32%) dan kadar karbon terikat tertinggi (75,87%), sedangkan nilai kalor tertinggi diperoleh pada perlakuan A (100% tempurung kelapa), yaitu sebesar 7.371 kal/g. Seluruh perlakuan telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk kadar air, kadar abu, kadar zat menguap, dan nilai kalor, namun kadar karbon terikat masih berada di bawah standar minimum SNI sebesar 77%.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Kehutanan > Kehutanan
S Agriculture > Kehutanan
Divisions: Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Kehutanan
Date Deposited: 19 Aug 2026 05:59
Last Modified: 19 Aug 2026 05:59
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157511
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item