“TINGKAT URBAN SPRAWL DAN PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN PADA WILAYAH PERI URBAN KABUPATEN SIGI”

AHMAD WILDAN (2026) “TINGKAT URBAN SPRAWL DAN PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN PADA WILAYAH PERI URBAN KABUPATEN SIGI”. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Ahmad Wildan Dzakwan (F23121082) dengan judul skripsi “TINGKAT
URBAN SPRAWL DAN PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN PADA
WILAYAH PERI URBAN KABUPATEN SIGI”, Dibimbing oleh Muhammad
Najib dan Altim Setiawan.
Perkembangan wilayah perkotaan senantiasa memicu terjadinya urban sprawl atau
perembetan kota di kawasan pinggiran (peri-urban). Penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi tingkat urban sprawl dan menganalisis perubahan tutupan lahan
dalam kurun waktu 10 tahun (2014–2024) di wilayah peri-urban Kabupaten Sigi
yang berbatasan langsung dengan Kota Palu, meliputi Desa Baliase, Tinggede,
Kalukubula, dan Mpanau. Penelitian ini diimplementasikan menggunakan metode
kuantitatif dengan pendekatan keruangan (spasial) dan deskriptif. Analisis
pengukuran dilakukan menggunakan teknik skoring pada lima variabel penentu
sprawl, yakni kepadatan penduduk, kepadatan bangunan, jarak ke pusat kota,
ketersediaan jaringan jalan, dan pembangunan lompatan katak (leapfrog), serta
didukung oleh interpretasi citra satelit time series. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa terjadi transformasi tata ruang yang masif dari kawasan agraris menjadi
kawasan terbangun di lokasi studi. Luas kawasan terbangun secara keseluruhan
melonjak tajam dari 421,4 Ha pada tahun 2014 menjadi 639,73 Ha pada akhir tahun
2024. Ekspansi ini secara langsung mengorbankan lahan produktif, di mana luas
lahan sawah tergerus drastis dari 750,5 Ha menjadi 523,56 Ha dalam periode yang
sama. Terkait tingkat urban sprawl, wilayah amatan terbagi menjadi tiga klasifikasi
utama. Desa Mpanau dan Desa Kalukubula teridentifikasi mengalami urban sprawl
tingkat tinggi (Kelas III) diantara 2 Desa lainnya, sedangkan Desa Baliase berada
pada tingkat sedang (Kelas II) disusul oleh Desa Tinggede yang menjadi desa paling
rendah tingkatan sprawlnya dengan skor (I) atau menjadi desa paling tidak acak
diantara desa lainnya. Meskipun terdapat perbedaan kelas, rentang skor yang saling
berdekatan membuktikan bahwa pola karakteristik perembetan fisik di keempat
desa cenderung seragam. Kesimpulannya, fenomena perembetan kota terbukti
nyata di wilayah studi sebagai akibat dari peningkatan jumlah penduduk dan
masifnya pembangunan lahan terbangun komersial yang secara agresif menggeser
lahan hijau.
Kata Kunci: Urban Sprawl, Tutupan Lahan, Peri Urban

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Teknik > Teknik Perencanaan Wilayah Kota
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Perencanaan Wilayah Kota
Date Deposited: 19 Aug 2026 07:44
Last Modified: 19 Aug 2026 07:44
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157541
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item