PENGARUH JENIS MULSA DAN BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMANTOMAT (Solanum Lycopersicum L)

SRI RAHAYU (2026) PENGARUH JENIS MULSA DAN BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMANTOMAT (Solanum Lycopersicum L). Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Tanaman Tomat merupakan tanaman hortikultura yang memiliki nilai
ekonomi tinggi serta kaya akan vitamin dan mineral. Produksi tomat di
Sulawesi Tengah masih mengalami fluktuasi yang disebabkan oleh
rendahnya ketersediaan unsur hara dan teknik budidaya yang belum
optimal. Salah satu upaya untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil
tanaman tomat adalah melalui penggunaan biochar sebagai pembenah tanah
dan mulsa sebagai pengatur kelembapan serta suhu tanah. Tujuan penelitian
ini untuk mengkaji interaksi antara jenis biochar dan jenis mulsa terhadap
pertumbuhan dan hasil tanaman tomat, serta menentukan jenis biochar dan
mulsa terbaik. Penelitian dilaksanakan di Kebun Akademik Fakultas
Pertanian Universitas Tadulako, Palu, pada 24 September 2025 sampai 15
Februari 2026. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)
pola faktorial dengan dua faktor, yaitu jenis mulsa (M0 = tanpa mulsa, M1 =
mulsa jerami padi, M2 = mulsa plastik hitam perak) dan jenis biochar (B1 =
biochar tongkol jagung 10 ton/ha (200 g/tanaman), B2 = biochar sekam padi
10 ton/ha (200 g/tanaman), B3 = biochar tempurung kelapa 10 ton/ha (200
g/tanaman)). Terdapat 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali.
Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) pada taraf 5%, jika hasil
analisis menunjukan pengaruh nyata atau sangat nyata, dilanjutkan dengan
uji BNJ 5%. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, waktu
berbunga, jumlah cabang produktif, jumlah buah per tanaman, dan berat
buah segar per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi
jenis biochar dan jenis mulsa berpengaruh terhadap tinggi tanaman umur 28
HST dan jumlah buah per tanaman. Kombinasi tanpa mulsa dan biochar
tempurung kelapa menghasilkan tinggi tanaman tertinggi yaitu 81,58 cm,
sedangkan kombinasi mulsa jerami padi dan biochar tongkol jagung
menghasilkan jumlah buah per tanaman tertinggi yaitu 14,74 buah.
Penggunaan mulsa jerami padi memberikan hasil terbaik terhadap
pertumbuhan dan hasil tanaman tomat dengan tinggi tanaman 92,75 cm,
jumlah daun 120,61 helai, waktu berbunga tercepat 22,50 HST, jumlah
cabang produktif 13,44 cabang, dan berat buah segar 313,55 gram per
tanaman. Biochar tempurung kelapa dan biochar tongkol jagung juga
memberikan respons yang lebih baik dibandingkan jenis biochar lainnya
dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat.
Kata kunci: Tomat, Biochar, Mulsa Jerami Padi, Pertumbuhan Hasil
Tanaman.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Pertanian > Agroteknologi
S Agriculture > Agroteknologi
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Agroteknologi
Date Deposited: 20 Aug 2026 03:31
Last Modified: 20 Aug 2026 03:31
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157558
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item