BIOEKOLOGI UDANG MERAH (Parhippolyte Uveae) DI TANJUNG SANJANGAN, TOLITOLI, SULAWESI TENGAH

ALIYAS (2026) BIOEKOLOGI UDANG MERAH (Parhippolyte Uveae) DI TANJUNG SANJANGAN, TOLITOLI, SULAWESI TENGAH. Doktoral thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK
Aliyas. E 203 22 003. “Bioekologi Udang Merah (Parhippolyte uveae) Di Tanjung
Sanjangan, Tolitoli, Sulawesi Tengah”. Promotor: Asriani Hasanudin, KoPromotor: Samliok Ndobe.
Udang merah Parhippolyte uveae Borradaile, 1900 (Famili Barbouriidae)
merupakan spesies krustasea penghuni ekosistem perairan anchialine yang
memiliki nilai ekologis dan ekonomi tinggi, namun data bioekologi dasarnya
hingga saat ini masih sangat terbatas, khususnya di kawasan Tanjung Sanjangan,
Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
aspek bioekologi P. uveae yang meliputi hubungan panjang-berat, faktor kondisi,
kebiasaan makan, dan reproduksi, serta mengevaluasi performa pertumbuhan dan
kelangsungan hidup pada studi awal domestikasi dalam kondisi ex-situ terkontrol.
Penelitian dilaksanakan selama dua belas bulan di perairan anchialine Tanjung
Sanjangan, dengan pengambilan sampel lapang menggunakan metode purposive
sampling dan analisis isi lambung menggunakan metode Index of Preponderance,
sementara studi domestikasi dilakukan dalam wadah pemeliharaan terkontrol
dengan pengamatan pertumbuhan dan parameter kualitas air secara periodik.
Sebanyak 300 individu berhasil dikoleksi, terdiri atas 139 jantan dan 161 betina,
dengan kisaran panjang 2,81–4,89 cm dan berat 0,31–1,82 g. Analisis hubungan
panjang-berat menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif dengan nilai b
2,63 dan koefisien determinasi (R²) 0,76. Analisis isi lambung mengidentifikasi
komposisi pakan yang didominasi Skeletonema (23%), Ceratium (20%),
Rhizosolenia (18%), Temora (18%), larva Balanus (11%), dan Bivalvia (10%),
mengindikasikan sifat omnivora dengan kecenderungan memanfaatkan
fitoplankton dan zooplankton. Nisbah kelamin jantan dan betina tidak berbeda
nyata berdasarkan uji Chi-Square (p>0,05). Pada studi awal domestikasi,
pertumbuhan mutlak sebesar 1,11-1,17 gr, laju pertumbuhan spesifik sebesar 2,50-
2,74%/hari, panjang tubuh 0,92-1,05 cm selama masa pemeliharaan dan Tingkat
kelangsungan hidup berkisar 50,00–66,67%, pada kondisi kualitas air dengan suhu
26,9–27,4°C, pH 6,74–7,65, salinitas 24,7–31,0 ppt, dan oksigen terlarut 3,8–5,3
mg/L. Penelitian ini menghasilkan kebaruan ilmiah mengenai Parhippolyte uveae
di perairan anchialine Tanjung Sanjangan, Tolitoli, yang meliputi : karakterisasi
pola pertumbuhan allometrik negatif; penentuan tingkat trofik melalui analisis isi
lambung yang mengonfirmasi pola makan omnivora; pembuktian viabilitas
pemeliharaan ex-situ yang ditunjukkan oleh kelangsungan hidup dan pertumbuhan
selama pemeliharaan terkontrol; serta integrasi kajian bioekologi dan domestikasi
awal dalam satu kerangka penelitian yang komprehensif. Temuan ini memperkaya
basis ilmiah bagi konservasi, pengelolaan, dan pengembangan domestikasi dan
budidaya krustasea ikonik anchialine di Indonesia.
Kata Kunci: Anchialine, Bioekologi, Domestikasi, Parhippolyte uveae, Tanjung
Sanjangan

Item Type: Thesis (Doktoral)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Pascasarjana > Doktoral Ilmu Pertanian
S Agriculture > Doktoral Ilmu Pertanian
Divisions: Pascasarjana > Doktoral Ilmu Pertanian
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Doktoral Ilmu Pertanian
Date Deposited: 20 Aug 2026 06:28
Last Modified: 20 Aug 2026 06:28
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157582
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item