STATUS FAAL KAMBING KACANG BETINA YANG DIBERI KECAP DAUN TARUM (Indigofera Sp.) FERMENTASI DENGAN LEVEL BERBEDA

MOH. NUR (2026) STATUS FAAL KAMBING KACANG BETINA YANG DIBERI KECAP DAUN TARUM (Indigofera Sp.) FERMENTASI DENGAN LEVEL BERBEDA. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

MOH. NUR (O 121 21 216). Status Faal Kambing Kacang Betina yang Diberi Kecap Daun Tarum (Indigofera sp.) Fermentasi dengan Level Berbeda (Mustafa dan Nirwana, 2026). Untuk meningkatkan kualitas pakan ternak, dapat dilakukan melalui suplementasi bahan tertentu, salah satunya daun Tarum (Indigofera sp), yang kaya protein, Ca, dan memiliki kecernaan tinggi, Oleh karena itu, daun Tarum (Indigofera sp.) difermentasi menjadi kecap untuk memperbaiki nilai gizi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pemberian kecap daun Tarum (Indigofera sp.) fermentasi dengan level berbeda terhadap status faal (suhu tubuh, frekuensi respirasi, dan frekuensi pulsus) kambing Kacang betina. Latar belakang menyoroti potensi daun Tarum (Indigofera sp.) sebagai pakan sumber protein, namun terkendala senyawa anti nutrisi seperti tanin dan saponin, sehingga fermentasi menjadi kecap dipilih untuk meningkatkan kualitasnya. Tinjauan pustak menjelaskan bahwa status faal merupakan indikator kesehatan ternak, dengan kisaran normal suhu tubuh 38,640,2°C, respirasi 26–56 kali/menit, dan pulsus 70–80 kali/menit. Materi dan metode : Penelitian dilaksanakan di kandang Prima BREED Farm, Palu, pada Januari-Maret 2026. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 12 ekor kambing Kacang betina umur 6–12 bulan, diberi 4 perlakuan dan diulagi sebanyak 3 kali (P0=0%, P1=10%, P2=15%, P3=20% kecap daun Tarum (Indigofera sp.) fermentasi dari konsentrat) selama 8 minggu. Hasil : Pemberian kecap hingga 20% tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap suhu tubuh (rata-rata 38,67–38,84°C), namun berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap peningkatan frekuensi respirasi (26,83–31,08 kali/menit) dan pulsus (74,42–75,92 kali/menit). Meskipun meningkat, seluruh parameter masih dalam kisaran normal. Peningkatan ini disebabkan oleh kandungan unsur mikro (Ca 8,177 mg/100g, P 2,858 mg/100g, Fe 0,732 mg/100g) yang meningkatkan metabolisme energi, bukan akibat akumulasi panas. Kesimpulan: Pemberian kecap daun Tarum (Indigofera sp.) fermentasi hingga level 20% aman terhadap status faal kambing Kacang betina dan tidak mengganggu homeostatis tubuh Kata Kunci: Kambing Kacang betina, kecap daun Tarum (Indigofera sp.) fermentasi, status faal

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Peternakan dan Perikanan > Peternakan
S Agriculture > Peternakan
Divisions: Fakultas Peternakan dan Perikanan > Peternakan
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Peternakan
Date Deposited: 20 Aug 2026 07:38
Last Modified: 20 Aug 2026 07:38
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157603
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item