PENGARUH SUHU PERENDAMAN DAN KONSENTRASI GIBERELIN (GA?) TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH CEMARA UDANG (Casuarina Equisetifolia L.)

HELMI TELESPIAN (2026) PENGARUH SUHU PERENDAMAN DAN KONSENTRASI GIBERELIN (GA?) TERHADAP PERKECAMBAHAN BENIH CEMARA UDANG (Casuarina Equisetifolia L.). Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

HELMI TELESPIAN – L 131 22 007. Pengaruh Suhu Perendaman dan
Konsentrasi Giberelin (GA?) Terhadap Perkecambahan Benih Cemara Udang
(Casuarina equisetifolia L.) Dibimbing Oleh Zulkaidhah dan Rahmawati.
Cemara udang (Casuarina equisetifolia L.) ialah tumbuhan hutan pantai
yang dikategorikan menjadi tumbuhan MPTS (Multi-Purpose Tree Species).
MPTS ialah jenis pohon yang ditanam buat memenuhi lebih dari satu manfaat.
Cemara udang bisa dipergunakan sebagai pemecah angin, menjaga areal pertanian
serta pemukiman penduduk dari angin laut yang mengandung garam (Jamilah dkk.
2020). Namun, pengembangan tanaman ini terkendala oleh rendahnya daya
kecambah akibat dormansi struktural kulit benih yang keras. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara suhu perendaman dan
konsentrasi hormoh Giberelin (GA?) guna mematahkan dormansi dan
meningkatkan pertumbuhan awal benih cemara udang.
Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan dari bulan Januari 2026 sampai
April 2026, yang bertempat di Persemaian Permanen BPDAS Palu-Poso yang
berlokasi di Universitas Tadulako, Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan
metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu faktor 1= Suhu awal
perendaman, faktor 2= Konsentrasi Giberelin (GA?) dan 6 perlakuan yaitu A0S1=
Kontrol dengan air biasa selama 6 jam, A0S2= Kontrol dengan air panas 60° selama
6 jam, A1S1= Konsentrasi GA? 1,3 ml + perendaman air biasa selama 6 jam, A1S2=
Konsentrasi GA? 1,3 ml + perendaman air panas 60° selama 6 jam, A2S1=
Konsentrasi GA? 1,4 ml + Perendaman air biasa selama 6 jam, A2S2= Konsentrasi
GA? 1,4 ml + perendaman air panas 60° selama 6 jam. Dari setiap perlakuan
tersebut masing-masing diulang sebanyak 4 kali, sehingga total media perlakuan
sebanyak 24 unit. Parameter pengamatan adalah daya kecambah, persentase benih
berkecambah dan laju perkecambahan. Analisis ragam uji (F) digunakan apabila
perlakuan berpengaruh nyata terhadap parameter pengamatan, maka dilanjutkan
dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian giberelin (GA?)
memberikan pengaruh nyata terhadap daya kecambah dan persentase benih
berkecambah tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap laju perkecambahan.
Berdasarkan hasil uji lanjut (BNJ) 5% menunjukkan bahwa konsentrasi giberelin
1,4 ml (A2) memberikan respon terbaik pada daya kecambah dan persentase benih
berkecambah.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Kehutanan > Kehutanan
S Agriculture > Kehutanan
Divisions: Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Kehutanan
Date Deposited: 26 Aug 2026 05:52
Last Modified: 26 Aug 2026 05:52
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157672
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item