PEMANFAATAN LIMBAH SEKAM PADI DAN TEMPURUNG KELAPA MENJADI BRIKET SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF DI DESA LABUAN TOPOSO

TANTRI RONANA (2026) PEMANFAATAN LIMBAH SEKAM PADI DAN TEMPURUNG KELAPA MENJADI BRIKET SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF DI DESA LABUAN TOPOSO. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisik, karakteristik kimia, serta kinerja
pembakaran briket berbahan dasar campuran sekam padi dan tempurung kelapa dengan memvariasikan
persentase perekat tepung ketan sebesar 10%, 30%, dan 50%. Pemanfaatan limbah biomassa pertanian
lokal ini ditujukan sebagai solusi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan guna mengurangi
ketergantungan serta tingkat konsumsi LPG 3 kg oleh masyarakat di Desa Labuan Toposo, Kabupaten
Donggala. Tahapan pembuatan briket dilaksanakan melalui proses eksperimental yang meliputi
pembakaran sederhana menggunakan wadah kaleng, penumbukan arang hingga halus, pencampuran
adonan homogen secara merata, pencetakan silinder secara manual, serta proses pengeringan
memanfaatkan sinar matahari langsung selama beberapa hari. Pengujian laboratorium dilakukan secara
khusus hanya untuk mengukur dua parameter kimia utama, yaitu kadar abu dan nilai kalor. Hasil
pengamatan menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi perekat memberikan pengaruh yang sangat
signifikan terhadap kerapatan dan ketahanan fisik briket. Peningkatan perekat tepung ketan juga
berdampak langsung pada laju pembakaran briket yang menjadi semakin lambat, yakni menurun dari
0,00826 g/s menjadi 0,00325 g/s, serta mampu menurunkan rata-rata kadar abu sisa pembakaran hasil
uji laboratorium dari 13,45% menjadi 9,38%. Namun demikian, nilai kalor tertinggi berhasil dicapai
oleh variasi perekat 10% yaitu sebesar 5.009 cal/g, kemudian menurun pada variasi 30% sebesar 4.690
cal/g, dan variasi 50% sebesar 4.357 cal/g. Pada pengujian laju pembakaran, briket variasi 10%
memperlihatkan laju efisiensi transfer panas paling cepat dengan waktu pematangan dalam kurun waktu
192 detik. Dari perbandingan biaya produksi, penggunaan briket variasi 10% membutuhkan harga
Rp33.750 per paket penggunaan setara, yang mana mampu memberikan efisiensi penghematan biaya
bahan bakar sebesar Rp11.250 atau setara 25% jika dibandingkan dengan total belanja rutin penggunaan
LPG 3 kg sebesar Rp45.000. Kesimpulannya, variasi perekat 10% ditetapkan sebagai formulasi terbaik
dan paling optimal karena menjadi satu-satunya sampel yang berhasil memenuhi ambang batas minimal
nilai kalor Standar Nasional Indonesia yaitu sebesar 5.000 cal/g. Kelemahan mekanis variasi 10% yang
cenderung mudah rapuh disarankan untuk menggunakan pencetakan dengan alat kempa hidrolik/mesin
pres bertekanan tinggi terukur tanpa harus menambah kadar perekat yang dapat menurunkan nilai
kalornya
Kata Kunci: Briket, Efisiensi Biaya, Nilai Kalor Sekam Padi, Tempurung Kelapa,

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Teknik > Teknik Lingkungan
T Technology > Teknik Lingkungan
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Lingkungan
Library of Congress Subject Areas > T Technology > Teknik Lingkungan
Date Deposited: 26 Aug 2026 06:21
Last Modified: 26 Aug 2026 06:21
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157687
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item