ANALISIS KANDUNGAN PROTEIN DAN ZAT BESI SERTA DAYA TERIMAABON BERBASIS IKAN BELUT (Monopterus Albus Zuieuw) DAN LABU SIAM (Sechium Edule) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA REMAJA PUTRI

HERLINA AFRIDA NURJANNAH (2026) ANALISIS KANDUNGAN PROTEIN DAN ZAT BESI SERTA DAYA TERIMAABON BERBASIS IKAN BELUT (Monopterus Albus Zuieuw) DAN LABU SIAM (Sechium Edule) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA REMAJA PUTRI. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

HERLINA AFRIDA NURJANNAH. Perbedaan Kandungan Protein dan Zat Besi Serta
Daya Terima Abon Berbasis Ikan Belut (Monopterus Albus Zuieuw) dan Labu Siam (Sechium
Edule) Sebagai Upaya Pencegahan Anemia Remaja Putri. (Di Bawah Bimbing Oleh Dr. Drs.
I Made Tangkas, M. Kes Dan Husnul Khatimah, S.Tr., M.Gz)
Program Studi Gizi
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Tadulako
Anemia masih menjadi masalah gizi serius pada remaja putri di Indonesia karena dapat
menurunkan konsentrasi belajar, produktivitas, dan kualitas hidup. Oleh karena itu,
diperlukan inovasi makanan selingan kaya zat besi dan protein berbasis pangan lokal yang
mudah diterima masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kadar zat
besi, kadar protein, serta daya terima abon berbasis ikan belut dan labu siam. Penelitian ini
menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif dan empat formula,
yaitu F0 (100 g daging belut), F1 (80 g daging belut dan 20 g parutan labu siam), F2 (60 g
daging belut dan 40 g parutan labu siam), dan F3 (50 g daging belut dan 50 g parutan labu
siam). Analisis kadar zat besi dilakukan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis,
sedangkan kadar protein dianalisis menggunakan metode Biuret dengan spektrofotometri
UV-Vis. Seluruh analisis kimia dilakukan secara duplo. Data kadar protein dan zat besi
dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA sedangkan data uji hedonik dan mutu hedonik
dari 30 panelis dianalisis menggunakan uji Kruskal–Wallis yang dilanjutkan dengan uji
Mann–Whitney U test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kadar protein dan
kadar zat besi antar formula abon berbasis ikan belut dan labu siam. Selain itu, terdapat
perbedaan tingkat kesukaan panelis terhadap parameter warna, aroma, tekstur dan rasa pada
beberapa formula. Penentuan formula terpilih dilakukan menggunakan metode De Garmo
yang mengombinasikan hasil analisis laboratorium, uji hedonik, dan mutu hedonik.
Berdasarkan hasil tersebut, formula terpilih adalah F0 dengan kandungan protein sebesar
15,56 g (26% AKG) dan zat besi sebesar 5,66 mg (38% AKG), sehingga berpotensi menjadi
alternatif makanan selingan bergizi untuk membantu memenuhi kebutuhan zat gizi remaja
putri.
Kata Kunci: Abon , Anemia, Belut Sawah, Labu Siam

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Kesehatan Masyarakat > Gizi
Divisions: Fakultas Kesehatan Masyarakat > Gizi
Date Deposited: 26 Aug 2026 07:06
Last Modified: 26 Aug 2026 07:06
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157712
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item