NAHWA KUMALASARI (2026) KAJIAN ETNOBOTANI OLEH MASYARAKAT LOKAL DI DESA SIGIMPU KECAMATAN PALOLO KABUPATEN SIGI. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Kajian etnobotani menekankan pada keterkaitan antara budaya dan
Masyarakat dengan sumberdaya tumbuhan, baik secara langsung maupun tidak
langsung. Etnobotani dapat digunakan sebagai salah satu alat untuk
mendokumentasikan pengetahuan Masyarakat tradisional yang telah menggunakan
berbagai macam manfaat tumbuhan dalam kehidupan sehari hari seperti
pengobatan, bahan bagunan, upacara adat, budaya dan bahan pewarna lainnya.
Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi tumbuhan yang dimafaatkan oleh
Masyarakat lokal di desa sigimpu kecamtan palolo kabupaten sigi dalam kehidupan
sehari hari, mendata cara pemanfaatan tumbuhan oleh Masyarakat, dan untuk
menentukan nilai kegunaan tumbuhan ICS (indeks of cultural significamce).
Penelitian ini telah dilaksanakan selama 3 bulan yaitu dari bulan April
sampai dengan bulan Juni 2026 di Desa Sigimpu Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi
Sulawesi Tengah. Dalam proses penelitian menggunakan metode campuran ( Mixed
Method). Penelitian tersebut dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan
kualitatif melalui observasi wawancara dan pemilihan jenis jenis pemanfaatan
tumbuhan didasarkan pada keperluan masyarakat dan kuantitatif yaitu dengan
menggunakan persamaan ICS (indeks of cultural significance).
Hasil penelitian ditemukan sebanyak 45 spesies tumbuhan dari 29 famili
yang digunakan untuk berbagai kebutuhan, meliputi 20 jenis sebagai bahan pangan,
17 jenis sebagai obat tradisional, 7 jenis sebagai bahan bangunan, 3 jenis untuk
kerajinan, serta 2 jenis untuk keperluan ritual adat. Pemanfaatan tumbuhan
dilakukan dengan menggunakan berbagai bagian seperti daun, buah, batang, dan
umbi, dengan dominasi penggunaan pada bagian daun sebesar 40%.
Berdasarkan hasil perhitungan ICS (indeks of cultural significamce) Pada
masyarakat Suku Ija di Desa Sigimpu, bambu merupakan tumbuhan dengan nilai
kepentingan budaya ICS tertinggi yaitu 22, diikuti oleh kelapa dan sagu dengan
nilai 20. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga tumbuhan tersebut memiliki peran
paling penting dalam kehidupan masyarakat, baik sebagai bahan pangan, bangunan,
maupun kerajinan.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Kehutanan > Kehutanan S Agriculture > Kehutanan |
| Divisions: | Fakultas Kehutanan > Kehutanan Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Kehutanan |
| Date Deposited: | 27 Aug 2026 06:11 |
| Last Modified: | 27 Aug 2026 06:11 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157759 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

