EVALUASI KINERJA VENTILASI ALAMI PADA MASJID NURUL YAQIN, KOTA PALU

ANNE RUFAIDA (2026) EVALUASI KINERJA VENTILASI ALAMI PADA MASJID NURUL YAQIN, KOTA PALU. Magister thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK
Masjid Nurul Yaqin di Kota Palu dirancang dengan pendekatan arsitektur pasif yang mengandalkan
ventilasi alami untuk mendukung kondisi termal ruang ibadah. Meskipun bangunan memiliki
sejumlah bukaan dan ruang yang relatif terbuka, efektivitas ventilasi tersebut belum dievaluasi
berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi
karakteristik kinerja ventilasi alami berdasarkan kecepatan udara, suhu, dan kelembapan relatif; (2)
menganalisis hubungan antara kecepatan udara dan kondisi termal ruang; serta (3) mengidentifikasi
elemen desain yang berkaitan dengan distribusi aliran udara di dalam ruang utama masjid.
Penelitian menggunakan metode pendekatan kausal komparatif (ex post facto). Data dikumpulkan
setelah kejadian, yang betujuan untuk menyelidiki hubungan sebab-akibat dengan membandingkan
kelompok-kelompok yang berbeda, dimana variabel bebasnya tidak dapat dimanipulasi oleh peneliti.
Kecepatan udara diukur selama lima hari pada delapan titik di dalam dan luar bangunan, sedangkan
suhu dan kelembapan relatif direkam selama sepuluh hari menggunakan enam HOBO data logger.
Data iklim luar diperoleh melalui Ecowitt weather station, sedangkan pola pergerakan udara
diverifikasi secara visual melalui uji asap. Analisis dilakukan secara deskriptif, komparatif,
korelasional, dan regresi sederhana, kemudian diintegrasikan dengan konfigurasi spasial bangunan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan udara rata-rata di dalam ruang sebesar 0,239 m/s,
lebih rendah daripada kondisi luar sebesar 0,639 m/s. Dengan demikian, rasio transmisi kecepatan
udara rata-rata dari luar ke dalam ruang sekitar 37,4%. Distribusi aliran udara tidak merata dan
membentuk zona stagnasi, terutama pada sisi utara. Uji asap memperlihatkan waktu disipasi sekitar
90 detik pada zona selatan dan sekitar lima menit pada zona utara. Kondisi termal ruang berada pada
rentang suhu 24,8–32,0°C dan kelembapan relatif 53,3–91,3%, dengan sebagian besar data berada
pada kondisi panas-lembap. Hubungan linier antara kecepatan udara dalam ruang dan suhu memiliki
daya jelas yang sangat rendah (R² = 0,0162), sehingga variasi suhu tidak dapat dijelaskan oleh
kecepatan udara sebagai prediktor tunggal.
Penelitian menyimpulkan bahwa elemen ventilasi alami telah tersedia, tetapi belum terintegrasi
menjadi jalur aliran udara yang kontinu dari inlet, ruang utama, hingga outlet. Kesesuaian pola antara
pengukuran kecepatan udara, pemetaan termal, dan uji asap mendukung diagnosis adanya hambatan
distribusi dan pelepasan udara, terutama pada sisi utara. Optimalisasi koridor angin, konfigurasi
inlet–outlet, ventilasi tinggi, pengendalian panas matahari, serta penataan bangunan pendukung dan
vegetasi direkomendasikan untuk meningkatkan kinerja ventilasi. Temuan ini berlaku sebagai
evaluasi kontekstual pada objek dan periode pengukuran, sehingga tidak dimaksudkan sebagai bukti
kausal yang dapat digeneralisasi secara luas.
Kata kunci: ventilasi alami, kondisi termal, kecepatan udara, distribusi aliran udara, masjid tropis,
pengukuran lapangan, Kota Palu.

Item Type: Thesis (Magister)
Subjects: ?? F222 ??
Divisions: ?? F222 ??
Date Deposited: 27 Aug 2026 06:15
Last Modified: 27 Aug 2026 06:15
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157761
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item