AFIKS IMPERATIF BAHASA BUNGKU DIALEK KORONI

ADRIYANTI (2026) AFIKS IMPERATIF BAHASA BUNGKU DIALEK KORONI. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Adriyanti. 2026. Afiks Imperatif Bahasa Bungku Dialek Koroni. Skripsi. Program
Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa dan
Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako. Pembimbing
(1) Dr. Syamsuddin, M.Hum. dan Pembimbing (2) Drs. Idris Patekkai, M.Hum.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian mengenai afiks
imperatif dalam bahasa Bungku dialek Koroni, padahal bahasa tersebut memiliki
sistem morfologi yang khas dan perlu didokumentasikan sebagai upaya pelestarian
bahasa daerah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk
dan makna afiks imperatif dalam bahasa Bungku dialek Koroni. Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna afiks imperatif dalam bahasa
Bungku dialek Koroni. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.
Sumber data berupa tuturan penutur asli bahasa Bungku dialek Koroni di Desa
Unsongi. Data dikumpulkan dengan teknik simak libat cakap, teknik rekam, dan
teknik catat, kemudian dianalisis menggunakan metode distribusional dengan
teknik Bagi Unsur Langsung (BUL) serta metode padan referensial. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa afiks imperatif bahasa Bungku dialek Koroni terdiri atas enam
prefiks, yaitu {mo-}, {mon-}, {mom-}, {mong-}, {po-}, dan {pon-}, satu sufiks,
yaitu {-mo}, serta tiga konfiks, yaitu {pe-...-mo}, {po-...-mo}, dan {po-...-o}.
Afiks-afiks tersebut membentuk verba imperatif yang mengandung makna perintah,
ajakan, dan larangan, dengan makna perintah sebagai makna yang paling dominan.
Variasi bentuk afiks yang ditemukan menunjukkan adanya proses afiksasi yang
khas dalam pembentukan verba imperatif bahasa Bungku dialek Koroni.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa afiks imperatif bahasa
Bungku dialek Koroni memiliki bentuk morfologis yang beragam dan berfungsi
sebagai penanda verba imperatif dengan makna perintah, ajakan, dan larangan
sesuai konteks tuturan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian
morfologi bahasa daerah serta menjadi referensi dalam upaya pelestarian bahasa
Bungku.
Kata kunci: afiks imperatif, morfologi, bahasa Bungku dialek Koroni, bentuk,
makna.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
L Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Library of Congress Subject Areas > L Pendidikan > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Date Deposited: 27 Aug 2026 07:22
Last Modified: 27 Aug 2026 07:22
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157789
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item