SHINTA SOFIA NABILA (2026) ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) PADA USAHA SELADA PALOLO HIDROPONIK DI DESA BOBO KECAMATAN PALOLO KABUPATEN SIGI. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Shinta Sofia Nabila (E321 22 087) Analisis Break Even Point (BEP) Pada
Usaha Selada Palolo Hidroponik di Desa Bobo Kecamatan Palolo
Kabupaten Sigi dibimbing oleh Dafina Howara dan Husnul Khatima.
Hidroponik adalah teknik bertani yang tidak melibatkan tanah sebagai
media pertumbuhan dari fase pembibitan sampai masa panen. Daerah yang
saat ini melakukan budidaya Selada hidroponik adalah Sulawesi Tengah salah
satunya pada Kabupaten Sigi, yaitu Palolo Hidroponik, yang merupakan usaha
baru dan satu-satunya usaha Selada hidroponik di Desa Bobo, Kecamatan
Palolo, Kabupaten Sigi. Dalam proses produksi Palolo Hidroponik menghadapi
masalah utama yaitu tingginya biaya produksi seperti benih dan
ketidakpastian biaya listrik dan air. Akibatnya, meskipun penerimaan usaha
terlihat cukup besar, belum diketahui secara pasti apakah penerimaan
tersebut benar-benar telah menutupi seluruh biaya yang dikeluarkan dan
pemilik mendapat keuntungan atau tidak.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Maret 2026.
Pemilihan lokasi ini dilakukan secara sengaja (purposive). Responden dalam
penelitian ini adalah pemilik dan dua tenaga kerja sehingga berjumlah 3 orang.
Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Break Even Point
(BEP) dan Margin of Safety (MoS).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata total biaya tetap usaha
Selada hidroponik Palolo Hidroponik sebesar Rp2.540.283 per bulan dan ratarata total biaya variabel Rp6.070.735 per bulan. Rata-rata total biaya produksi
yaitu sebesar Rp8.611.017. Total penerimaan Selada hidroponik dalam 1
Tahun adalah Rp184.170.000 dengan rata-rata penerimaan sebesar
Rp15.347.500 per siklus tanam, total pendapatan Rp80.837.792 atau rata-rata
per bulan sebesar Rp6.736.483. Hasil analisis Break Even Point Unit yaitu 120
kg per siklus tanam dan nilai Break Even Point (BEP) Rupiah sebesar
Rp4.202.649, yang berarti usaha Palolo Hidroponik telah melampaui titik
impas dan memperoleh keuntungan pada setiap siklus produksi. Nilai Margin
of Safety (MOS) rata-rata selama dua belas siklus produksi sebesar
Rp11.144.851 dengan rasio 72,50%, yang berarti penjualan masih dapat turun
hingga 318 kg dengan harga Rp35.000 sebelum usaha mencapai titik impas.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Pertanian > Agribisnis S Agriculture > Agribisnis |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Agribisnis Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Agribisnis |
| Date Deposited: | 31 Aug 2026 03:43 |
| Last Modified: | 31 Aug 2026 03:43 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157827 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

