Strategi Penataan Kawasan Pesisir Kampung Lere Yang Adaptif Terhadap Risiko Tsunami Di Kota Palu

MOHAMAD ALQADRY SUPU (2026) Strategi Penataan Kawasan Pesisir Kampung Lere Yang Adaptif Terhadap Risiko Tsunami Di Kota Palu. Magister thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK
Kawasan pesisir Kampung Lere, Kota Palu, merupakan salah satu wilayah yang
memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana tsunami akibat posisi
geografisnya yang berada langsung di pesisir Teluk Palu. Peristiwa tsunami tahun
2018 menunjukkan bahwa struktur ruang kawasan, kepadatan permukiman,
keterbatasan ruang terbuka, lemahnya sistem evakuasi, serta menurunnya fungsi
ekologis kawasan menjadi faktor utama yang memperbesar tingkat risiko bencana.
Kondisi tersebut menunjukkan perlunya strategi penataan kawasan pesisir yang
lebih adaptif, aman, dan resilien terhadap ancaman tsunami.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor fisik, ekologis, dan
sosial yang mempengaruhi kerentanan kawasan pesisir Kampung Lere terhadap
tsunami serta merumuskan strategi penataan kawasan pesisir yang adaptif
terhadap risiko tsunami. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan
metode fenomenologi untuk memahami pengalaman, persepsi, dan kebutuhan
masyarakat terhadap ruang kawasan pascabencana. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dokumentasi, dan
studi literatur. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan
Saldaña melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerentanan kawasan dipengaruhi oleh
tingginya kepadatan bangunan pada zona pesisir, pola permukiman linear yang
mengikuti garis pantai, keterbatasan ruang terbuka publik, lemahnya vegetasi
pelindung, belum optimalnya sistem jalur evakuasi, serta tingginya ketergantungan
sosial-ekonomi masyarakat terhadap kawasan pesisir. Dalam aspek ekologis, ruang
sempadan pantai belum berfungsi optimal sebagai buffer zone dan green belt alami.
Sementara dalam aspek sosial, masyarakat memiliki kesadaran risiko yang cukup
baik, namun masih menghadapi keterbatasan ruang aman dan sistem mitigasi yang
terintegrasi.
Berdasarkan hasil sintesis, penelitian ini menghasilkan strategi penataan kawasan
pesisir Kampung Lere berbasis urban resilience melalui penguatan struktur ruang
kawasan, pengembangan ruang terbuka pesisir, pembentukan green belt,
penguatan jalur evakuasi, serta penguatan ketahanan sosial masyarakat. Konsep
pengembangan kawasan diarahkan pada pendekatan adaptive coastal planning,
green infrastructure, dan mitigasi tsunami berbasis tata ruang sebagai model
penataan kawasan pesisir yang lebih aman, adaptif, dan berkelanjutan.
Kata kunci: kawasan pesisir, tsunami, urban resilience, penataan kawasan, mitigasi
bencana, Kampung Lere.

Item Type: Thesis (Magister)
Subjects: ?? F222 ??
Divisions: ?? F222 ??
Date Deposited: 01 Sep 2026 05:53
Last Modified: 01 Sep 2026 05:53
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157919
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item