ANALISIS PERAN KEPALA DESA SEBAGAI MEDIATOR DALAM PENYELESAIAN SENGKETA KEPEMILIKAN TANAH DI KECAMATAN BUNGKU TIMUR KABUPATEN MOROWALI

JULAEHA (2026) ANALISIS PERAN KEPALA DESA SEBAGAI MEDIATOR DALAM PENYELESAIAN SENGKETA KEPEMILIKAN TANAH DI KECAMATAN BUNGKU TIMUR KABUPATEN MOROWALI. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

ABSTRAK Julaeha, D 101 22 249, Analisis Peran Kepala Desa Sebagai Mediator Dalam Penyelesaian Sengketa Kepemilikan Tanah di Kecamatan Bungku Timur Kabupaten Morowali. Pembimbing I: Rahmia Rachman, Pembimbing II: Muhammad Ayub Mubarak. Tanah memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat sebagai sumber ekonomi, sosial, dan tempat tinggal, sehingga sering menimbulkan sengketa kepemilikan, terutama akibat ketidakjelasan batas, warisan, dan tumpang tindih klaim di tingkat desa. penyelesaian sengketa tidak selalu melalui pengadilan, tetapi lebih banyak dilakukan melalui mediasi oleh kepala desa yang mengutamakan musyawarah dan kekeluargaan. Namun, dalam praktiknya, peran kepala desa sebagai mediator masih menghadapi berbagai kendala yang mempengaruhi efektivitas penyelesaian sengketa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepala desa sebagai mediator serta faktor pendukung dan penghambat dalam penyelesaian sengketa kepemilikan tanah di Desa Lahuafu, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan metode empiris dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, serta dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala desa berperan mempertemukan para pihak, bersikap netral, mengarahkan musyawarah, dan membantu mencapai kesepakatan bersama sehingga sengketa dapat diselesaikan secara damai dan hubungan masyarakat tetap terjaga. Keberhasilan ini didukung oleh kepercayaan masyarakat, budaya musyawarah, serta keterlibatan tokoh masyarakat dan perangkat desa. Namun, terdapat hambatan seperti kurangnya bukti kepemilikan tanah, sikap para pihak yang tidak kooperatif, keterbatasan waktu, rendahnya pemahaman hukum, campur tangan pihak luar serta tidak adanya tempat atau ruang khusus untuk dilakukannya mediasi. Oleh karena itu, keberhasilan penyelesaian sengketa tidak hanya bergantung pada kepala desa, tetapi juga pada kondisi masyarakat dan sikap para pihak yang bersengketa. Kata Kunci: Kepala Desa, Mediasi, Sengketa Kepemilikan Tanah, Penyelesaian Sengketa

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Ilmu Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Library of Congress Subject Areas > Ilmu Hukum
Date Deposited: 01 Sep 2026 07:53
Last Modified: 01 Sep 2026 07:53
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157937
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item