TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PROGRAM BAYI TABUNG (IN VITRO FERTILIZATION) BERDASARKAN HUKUM PERDATA

I KADEK PUTRA DIANA (2026) TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PROGRAM BAYI TABUNG (IN VITRO FERTILIZATION) BERDASARKAN HUKUM PERDATA. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi medis mengalami perkembangan
yang sangat pesat, terbukti dengan mampu mengembangkan program bayi tabung
yang telah memberikan harapan baru bagi pasangan suami-istri yang mengalami
kesulitan dalam memiliki keturunan, namun di balik kemajuan teknologi ini,
mengakibatkan muncul berbagai persoalan hukum yang belum sepenuhnya diatur
dalam hukum perdata Indonesia. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk
mengetahui dan menganalisa kedudukan anak yang dilahirkan melalui proses bayi
tabung (in vitro fertilization) dengan menggunakan sperma dari pasangan suami
istri sah, serta mengetahui dan menganalisa hak - hak keperdataan anak yang
dilahirkan melalui proses bayi tabung (in vitro fertilization) khususnya transfer
embrio dilakukan setelah sang suami meninggal dunia. Jenis penelitian yang
digunakan adalah penelitian yuridis normatif, yaitu dengan pendekatan perundang
- undangan, pendekatan historis, pendekatan kasus dan pendekatan konseptual.
Berdasarkan permasalahan yang diangkat, hasil penelitian menujukan bahwa anak
yang dilahirkan melalui proses bayi tabung (In Vitro Fertilization) dengan
menggunakan sel sperma dan sel telur dari pasangan suami-istri sah berkedudukan
sebagai anak sah, walaupun anak tersebut lahir melalui transfer embrio yang
dilakukan setelah sang ayah meninggal dunia, tetapi proses pembuahan tetap
melibatkan sel sperma dari suami dan sel telur dari istri yang secara hukum terikat
dalam perkawinan yang sah sebelum sang suami meninggal dunia, sehingga
hubungan biologis antara anak dan orang tuanya tetap terjaga, serta hak - hak
keperdataan anak yang dilahirkan melalui proses bayi tabung menggunakan
sperma dari pasangan suami-istri sah, hak keperdataannya tidak berbeda dengan
anak yang dilahirkan secara alami atau anak kandung, dikarenakan kedudukannya
diakui sebagai anak sah, sehingga seluruh hak hukumnya melekat penuh namun
yang membedakan hanyalah cara pemenuhan dari hak - hak keperdataannya saja
sebab ayah meninggal sebelum anak tersebut lahir.
Kata Kunci: Bayi Tabung, In Vitro Fertilization, Hukum Perdata

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Ilmu Hukum
Divisions: Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Library of Congress Subject Areas > Ilmu Hukum
Date Deposited: 02 Sep 2026 01:20
Last Modified: 02 Sep 2026 01:20
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157941
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item