RISKA WAHYU NENGSIH (2026) STRATEGI PEMASARAN CABAI RAWIT (Capsicum Frutescens L) JENIS DEWATA DI DESA POMBEWE KECAMATAN SIGI BIROMARU KABUPATEN SIGI. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
RISKA WAHYU NENGSIH (E 321 22 195). Strategi Pemasaran Cabai Rawit
(Capsicum frutescens L.) Jenis Dewata di Desa Pombewe Kecamatan Sigi
Biromaru Kabupaten Sigi. Dibimbing oleh Christoporus dan Sulmi, 2026.
Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu komoditas
hortikultura yang memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan
konsumsi masyarakat Indonesia. Kabupaten Sigi, khususnya Kecamatan Sigi
Biromaru, merupakan salah satu sentra produksi cabai rawit di Sulawesi
Tengah dengan tingkat produktivitas yang cukup tinggi. Desa Pombewe sebagai
bagian dari Kecamatan Sigi Biromaru memiliki potensi besar dalam
pengembangan cabai rawit jenis Dewata, ditunjukkan oleh produktivitas yang
tinggi dibandingkan desa lain. Namun demikian, petani cabai rawit di Desa
Pombewe masih menghadapi berbagai permasalahan dalam pemasaran, seperti
ketergantungan pada tengkulak, fluktuasi harga, keterbatasan akses informasi
pasar, serta minimnya promosi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan
ancaman) yang memengaruhi pemasaran cabai rawit jenis Dewata di Desa
Pombewe, serta merumuskan strategi pemasaran yang tepat untuk
meningkatkan efektivitas pemasaran dan pendapatan petani.
Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Pombewe, Kecamatan Sigi
Biromaru, Kabupaten Sigi pada bulan November 2025 sampai Januari 2026.
Penentuan responden dilakukan secara sengaja (purposive sampling) dengan
jumlah responden sebanyak 20 orang yang terdiri dari 15 petani, 2 pedagang
pengepul, 1 pedagang pengecer, 1 konsumen, dan 1 aparat desa. Metode analisis
yang digunakan adalah analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities,
Threats).
Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa pemasaran cabai rawit jenis
Dewata di Desa Pombewe berada pada posisi Kuadran I, yaitu strategi SO
(Strength–Opportunities). Alternatif strategi pemasaran yang
direkomendasikan yaitu: (a) Meningkatkan produksi cabai rawit untuk
memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, (b) Memperluas jaringan
pemasaran melalui kerja sama dengan pedagang pasar, (c) Mengoptimalkan
tenaga kerja dalam kegiatan budidaya dengan dukungan program pemerintah,
(d) Memanfaatkan akses transportasi dan teknologi informasi untuk
memperluas distribusi cabai rawit, (e) Pemanfaatan teknologi digital untuk
memperluas akses informasi pasar dan pemasaran cabai rawit
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Pertanian > Agribisnis S Agriculture > Agribisnis |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Agribisnis Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Agribisnis |
| Date Deposited: | 02 Sep 2026 06:12 |
| Last Modified: | 02 Sep 2026 06:12 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/157977 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

