Status Faali Induk Sapi Donggala Sebelum Dan Sesudah Pemberian Pakan Tambahan Pada Peternakan Rakyat Di Kecamatan Labuan

FACHRIZAL ACHMAD (2026) Status Faali Induk Sapi Donggala Sebelum Dan Sesudah Pemberian Pakan Tambahan Pada Peternakan Rakyat Di Kecamatan Labuan. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

FACHRIZAL ACHMAD (O121 22 278) Status Faali Induk Sapi Donggala Sebelum
dan Sesudah Pemberian Pakan Tambahan Pada Kondisi Peternakan Rakyat Di
Kecamatan Labuan (Dibimbing Oleh Muhamad Ilyas Mumu, dan Moh. Ismail
Wumbu, 2026).
Sapi Donggala adalah salah satu jenis sapi potong yang dipelihara di Kabupaten
Donggala dan sekitarnya. Ciri-ciri Sapi Donggala yaitu warna tubuh putih abu-abu,
putih coklat, dan putih; bentuk tanduk melingkar kesamping atas; gumba kecil;
gelambir menggantung hingga tulang dada ( antara kaki depan). Salah satu faktor
utama yang memengaruhi status faali adalah kecukupan nutrisi. Pada sistem
peternakan rakyat, pakan yang diberikan umumnya masih bergantung pada hijauan
dengan kualitas nutrisi yang fluktuatif, sehingga seringkali tidak mampu memenuhi
kebutuhan energi dan protein ternak secara optimal. Penelitian ini bertujun
menganalisis status faali induk sapi Donggala yang diberi pakan tambahan dan
membandingkan status faali antara skor kondisi tubuh. Penelitian ini dilaksanakan di
Desa Labuan Panimba, yang terletak di Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala,
Provinsi Sulawesi Tengah, pada Bulan Oktober Hingga November, 2025. Penelitian
ini menggunakan 30 ekor induk sapi Donggala dari peternakan rakyat dengan sistem
pemeliharaan semi intensif. Penelitian ini berupa suhu rektal,denyut jantung dan
frekuensi respirasi dikelompokkan dan ditabulasikan selanjutnya dideskripsikan
berdasarkan waktu dan SKT. Penelitian ini di analisis menggunaka Uji t dua
kelompok. Hasil penelitian ini pada Pemberian pakan tambahan pada induk sapi
Donggala memberikan respon terhadap status fisiologis ternak. Temperatur rektal
menunjukkan hasil berbeda tidak nyata, sedangkan frekuensi respirasi dan denyut
jantung menunjukkan hasil berbeda sangat nyata. Peningkatan frekuensi respirasi dan
denyut jantung diduga dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas metabolisme tubuh
dan suhu lingkungan, namun kondisi fisiologis sapi Donggala masih berada pada
kisaran normal sehingga ternak masih mampu beradaptasi dengan lingkungan
pemeliharaan.
Kata Kunci : sapi donggala, temperatur rektal, respirasi, dan denyut jantung

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Peternakan dan Perikanan > Peternakan
S Agriculture > Peternakan
Divisions: Fakultas Peternakan dan Perikanan > Peternakan
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Peternakan
Date Deposited: 02 Sep 2026 07:31
Last Modified: 02 Sep 2026 07:31
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158007
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item