EVALUASI KETERSEDIAAN SARANA PRASARANA MINAPOLITAN DI KECAMATAN BANAWA KABUPATEN DONGGALA

M. ICHSANUL ISLAM (2026) EVALUASI KETERSEDIAAN SARANA PRASARANA MINAPOLITAN DI KECAMATAN BANAWA KABUPATEN DONGGALA. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

M. Ichsanul Islam (F23119108). Evaluasi Ketersediaan Sarana Prasarana
Minapolitan di Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala. Dibimbing oleh Ir.
Syarifuddin, MT dan Dr. Ir. Abdul Gani Akhmad, M.Si.
Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, ditetapkan sebagai kawasan
Minapolitan Nasional urutan ke-104 melalui Keputusan Menteri Kelautan dan
Perikanan Nomor 35/KEPMEN-KP/2013. Namun, lebih dari satu dekade sejak
penetapan tersebut, masih terdapat kesenjangan antara status kawasan strategis ini
dengan kondisi riil ketersediaan sarana dan prasarana di lapangan, khususnya
terkait fasilitas penyimpanan ikan, akses pasar, serta infrastruktur penunjang
seperti jalan, listrik, dan air bersih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
kondisi eksisting sarana dan prasarana perikanan, mengukur tingkat
ketersediaannya berdasarkan persepsi masyarakat, serta mengevaluasi
kesesuaiannya dengan standar kawasan Minapolitan yang berlaku. Penelitian
menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data yang dikumpulkan
melalui observasi lapangan, pengukuran langsung, wawancara terstruktur,
kuesioner, dan studi dokumen, termasuk data sekunder debit air bersih dari
Perumda Air Minum Uwe Lino Kabupaten Donggala. Teknik analisis data
dilakukan dengan Skala Likert untuk mengukur tingkat ketersediaan dan kondisi
sarana-prasarana berdasarkan persepsi responden, yang selanjutnya dievaluasi
kesesuaiannya terhadap Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor
PER.12/MEN/2010 tentang Minapolitan serta klasifikasi fasilitas pokok,
fungsional, dan penunjang sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan
dan Perikanan Nomor 37/PERMEN-KP/2015. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa dari 16 komponen sarana dan prasarana yang dievaluasi, 11 komponen
(68,75%) telah sesuai standar, 1 komponen (6,25%) sebagian sesuai, dan 4
komponen (25%) belum sesuai, dengan tingkat kesesuaian tertimbang kawasan
sebesar 71,88%. Sarana dan prasarana yang telah sesuai standar antara lain
Tempat Pelelangan Ikan (TPI), pabrik es, lemari pendingin (cold storage),
SPBU/SPDN, bengkel perahu, lembaga masyarakat/nelayan, dermaga, jaringan
jalan, jaringan listrik, jaringan air bersih (dengan debit rata-rata 0,82 liter/detik
untuk 141 sambungan rumah), dan jaringan telekomunikasi. Jaringan jalan
memiliki lebar rata-rata 5,98–6,34 m yang telah memenuhi standar minimum,
meskipun kualitas perkerasan pada beberapa ruas akses menuju TPI dan dermaga
masih memerlukan perbaikan. Industri pengolahan ikan dinilai sebagian sesuai
karena masih berskala rumah tangga dengan teknologi sederhana, sedangkan
gudang pengolahan dan pengepakan, lembaga keuangan, penyediaan benih, serta
lapangan penjemuran jala/ikan masih berada pada kategori belum sesuai dan
memerlukan perhatian lebih lanjut. Secara umum, tingkat kesesuaian kawasan
Minapolitan di Kecamatan Banawa tergolong baik, namun peningkatan pada
beberapa fasilitas pendukung utama tetap diperlukan agar pengembangan kawasan
dapat berjalan lebih optimal, merata, dan berkelanjutan.
Kata Kunci: Minapolitan, sarana dan prasarana, Skala Likert, Kecamatan
Banawa

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Teknik > Teknik Perencanaan Wilayah Kota
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Perencanaan Wilayah Kota
Date Deposited: 03 Sep 2026 03:41
Last Modified: 03 Sep 2026 03:41
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158033
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item