MODAL SOSIAL DI KALANGAN PEMULUNG DI TPA KAWATUNA,KOTA PALU

YESSICA IRVINE KAYUPA (2026) MODAL SOSIAL DI KALANGAN PEMULUNG DI TPA KAWATUNA,KOTA PALU. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Yessica Irvine Kayupa Stambuk B301 20 098, judul skripsi “Modal
Sosial Di Kalangan Pemulung Di TPA Kawatuna, Kota Palu. Dengan dosen
pembimbing utama Rismawati Isbon dan Citra Dewi, dosen pembimbing
pendamping.
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kawatuna terletak di Kota Palu. TPA
ini tidak hanya berfungsi sebagai lokasi pembuangan sampah, tetapi juga menjadi
ruang aktivitas sosial ekonomi para pemulung. Kehidupan di sekitar TPA
Kawatuna memperlihatkan adanya sistem ekonomi informal yang berkembang
melalui kegiatan pemilahan, penjualan, dan daur ulang sampah. Aktivitas tersebut
membentuk jaringan sosial dan modal sosial yang kuat antara sesama pemulung
maupun pemulung dan pengepul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
bagaimana karakteristik kehidupan pemulung di TPA kawatuna Kota Palu, dan
yang kedua untuk mengetahui modal sosial pemulung dalam aktivitas keseharian,
yang dimana untuk untuk mengetahui bagaimana cara mereka untuk tetap
bertahan hidup.
Metode yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif, tipe
penelitian ini bersifat deskriptif. Adapun teknik pengumpulann data dengan cara
observasi wawancara dan dokumentasi. Informasi di tentukan dengan cara
purposive menentukan atau memilih informan yang di anggap dapat memberikan
penjelasan mengenai jawaban penelitian yaitu 10 informan yang ada di TPA
Kawatuna Palu
Berdasarkan hasil penelitian saya di TPA Kawatuna menunjukan bahwa
bagaimana karakteristik kehidupan pemulung di TPA Kawatuna Kota Palu, yang
dimana sebagaian besar waktu yang dihabiskan parah pemulung yang ada di
sekitaran TPA Kawatuan adalah memulung sampah yang dimana memulung
sampah adalah pekerjaan utama bagi warga di sekitaran TPA Kawatuna. Di TPA
Kawatuna terjadi proses pencarian dan pengumpulan, pemilahan dan Modal
sosial pemulung dalam aktivitas keseharian sangatlah penting, yang dimana dalam
hal ini menjelaskan bahwa parah pemulung tidak akan bisa hidup secara individu
ditempat dan lokasi seperti TPA Kawatuna, hal ini dikarenakan karena manusia
adalah mahluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain, oleh karena itu
pentingnya Modal Sosial dalam keseharian pemulung yang ada di TPA Kawatuna,
agar parah pemulung dikawasan TPA Kawatuna tetap dapat melanjutkan
keseharian mereka untuk tetap bertahan hidup dikemudian hari.
Kata Kunci :Modal Sosial, jaringan sosial, Pemulung, Antropologi
Ekonomi

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
H Ilmu Sosial > Antropologi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Library of Congress Subject Areas > H Ilmu Sosial > Antropologi
Date Deposited: 03 Sep 2026 06:51
Last Modified: 03 Sep 2026 06:51
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158052
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item