AA KETUT DITA ELVITA (2026) RANCANGAN CAMPURAN (MIX DESIGN) BETON MEMADAT SENDIRI KEKUATAN NORMAL (NS SCC) MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAH POLYCARBOXYLATE SUPERPLASTICIZER TYPE G DAN VISCOSITY MODIFYING ADMIXTURE (VMA) / MIX DESIGN OF NORMAL-STRENGTH SELF COMPACTING CONCRETE (NS-SCC) USING POLYCARBOXYLATE SUPERPLASTICIZER TYPE G AND VISCOSITY MODIFYING ADMIXTURE (VMA). Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
self Compacting Concrete (SCC) adalah campuran beton yang dapat mengalir dan memadat sendiri tanpa alat pemadat (vibrator) seperti beton normal pada umumnya, serta tidak mengalami segregasi dan bleeding. Penelitian ini bertujuan untuk merancang komposisi campuran beton normal SCC dengan menggunakan Faktor Air Semen 0,4 karena pada nilai ini beton mencapai kekuatan yang optimal atau nilai kuat tekan yang dihasilkan pada umur 28 hari memenuhi kuat tekan target yaitu kuat tekan rencana ditambahkan dengan nilai tambah/margin dengan mempertimbangkan workability serta dapat mencapai sifat alir (flowability) yang tinggi, pemadatan sendiri tanpa pemadatan eksternal, dan kekuatan yang baik. Bahan tambah (admixture) yang digunakan dalam campuran beton berupa Polycarboxylate Superplasticizer Type G dan Viscosity Modifying Admixture (VMA) Master Matrix 110. Persentase optimum dari bahan tambah tersebut diperoleh berdasarkan hasil trial mix dari beberapa komposisi campuran dan variasi persentase bahan tambah yang digunakan. Untuk mengetahui apakah beton memenuhi persyaratan beton normal SCC, maka dilakukan pengujian workability, segregation dan flowability dengan menggunakan alat slump flow test, V-funnel test dan L- box test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase optimum yang memenuhi persyaratan dari bahan tambah Polycarboxylate Superplasticizer Type G dan Viscosity Modifying Admixture (VMA) masing-masing sebesar 0,65 liter (3,335 kg) dan 2,00 liter (5,238 kg) dari berat semen dan berat campuran dengan hasil pengujian slump flow sebesar 69 cm (persyaratan 65-80 cm), pengujian L-box diperoleh rasio antara H2/H1 sebesar 0,88 (persyaratan 0,8-1,0) dan pengujian V-funnel sebesar 11 detik (persyaratan 6-12 detik). Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada umur 3, 7, 14 dan 28 hari menggunakan benda uji kubus untuk beton normal SCC, sedangkan beton normal konvensional di uji kuat tekan beton pada umur 3, 7, dan 28 hari. Sementara untuk pengujian kuat tarik belah beton normal SCC dilakukan pada umur 28 hari menggunakan benda uji kubus dan silinder. Perbandingan hasil pengujian kuat tekan beton pada umur 28 hari untuk beton normal konvensional sebesar 32,19 MPa dan beton normal SCC sebesar 35,04 MPa. Hasil pengujian kuat tarik belah beton pada umur 28 hari sebesar 2,617 MPa dan 2,584 MPa.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Teknik > Teknik Sipil T Technology > Teknik Sipil |
| Divisions: | Fakultas Teknik > Teknik Sipil Library of Congress Subject Areas > T Technology > Teknik Sipil |
| Date Deposited: | 03 Sep 2026 07:04 |
| Last Modified: | 03 Sep 2026 07:04 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158059 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

