KUALITAS SEMEN SAPI SIMMENTAL DALAM PENGENCER BOVIFREE YANG DITAMBAHKAN KUNING TELUR PADA SUHU PENYIMPANAN 5°C

ANGGY SETIANI BAGO (2026) KUALITAS SEMEN SAPI SIMMENTAL DALAM PENGENCER BOVIFREE YANG DITAMBAHKAN KUNING TELUR PADA SUHU PENYIMPANAN 5°C. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Sapi Simmental merupakan salah satu bangsa sapi potong yang mempunyai
pertumbuhan cepat. Sapi jenis ini merupakan sapi dwiguna, yaitu sapi yang
menghasilkan susu dan daging. Secara marfologi, sapi simmental memiliki ciri fisik
tidak berpunuk dan tidak bergelambir,warna bulunya cokelat kemerahan. Bagian
wajah dan lutut kebawah sampai ujung ekor berwarna putih. Betina dewasa dapat
mencapai 800 kg, sedangkan penjantan dewasa mencapai berat sekitar 1150 kg.
Bibit sapi simmental yang unggul dapat diperoleh dengan melakukan program
pembiakan ternak melalui Inseminasi Buatan (IB). Menurut Toelihere (1993),
teknologi IB dapat mempercepat perkembangan populasi dan meningkatkan mutu
genetik ternak. Sehingga Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penambahan
kuning telur pada pengencer bovifree terhadap Kualitas semen sapi simmental yang
disimpan pada suhu 5oC. Penelitian ini menggunakan 1 (satu) ekor penjantan
sebagai sumber semen. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan
3 perlakuan : P1=(90% Bovifree + 10% Kuning Telur) P2=(85%Bovifree+15%
Kuning Telur),P3=(80% Bovifre + 20 % Kuning Telur), dengan ulangan sebanyak
4 kali. Variabel yang diamati adalah motilitas, viabilitas, dan abnormalitas
spermatozoa. Berdasarkan hasil uji BNT selama penyimpanan hingga 24 jam
diperoleh dari hasil yang menunjukan berbeda sangat nyata terhadap motilitas
spermatozoa dengan nilai tertinggi pada perlakuan P2 dengan presentase
61,25±7,50 diikuti P1 dengan presentase 56,25±2,50 dan diikuti P3 46,25±6,29.
Viabilitas Spermatozoa dengan nilai tertinggi P2 57,25±0,50 diikuti P1 53,75±3,50
dan diikuti P3 52,75±1,26 sedangkan abnormalitas spermatozoa tidak berpengaruh
pada spermatozoa dan presentase paling bagus menunjukkan pada P2 dengan
presentase 13,25±0,95 diikuti oleh P1 13,75±0,95 dan diikuti P3 14,25±0,50.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penambahan kuning telur dengan level
10,15,20?lam pengencer bovifree mampu mempertahankan kualitas semen
hingga 24 jam pada suhu peNyimpanan 5 Sapi Simmental merupakan salah satu bangsa sapi potong yang mempunyai
pertumbuhan cepat. Sapi jenis ini merupakan sapi dwiguna, yaitu sapi yang
menghasilkan susu dan daging. Secara marfologi, sapi simmental memiliki ciri fisik
tidak berpunuk dan tidak bergelambir,warna bulunya cokelat kemerahan. Bagian
wajah dan lutut kebawah sampai ujung ekor berwarna putih. Betina dewasa dapat
mencapai 800 kg, sedangkan penjantan dewasa mencapai berat sekitar 1150 kg.
Bibit sapi simmental yang unggul dapat diperoleh dengan melakukan program
pembiakan ternak melalui Inseminasi Buatan (IB). Menurut Toelihere (1993),
teknologi IB dapat mempercepat perkembangan populasi dan meningkatkan mutu
genetik ternak. Sehingga Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penambahan
kuning telur pada pengencer bovifree terhadap Kualitas semen sapi simmental yang
disimpan pada suhu 5oC. Penelitian ini menggunakan 1 (satu) ekor penjantan
sebagai sumber semen. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan
3 perlakuan : P1=(90% Bovifree + 10% Kuning Telur) P2=(85%Bovifree+15%
Kuning Telur),P3=(80% Bovifre + 20 % Kuning Telur), dengan ulangan sebanyak
4 kali. Variabel yang diamati adalah motilitas, viabilitas, dan abnormalitas
spermatozoa. Berdasarkan hasil uji BNT selama penyimpanan hingga 24 jam
diperoleh dari hasil yang menunjukan berbeda sangat nyata terhadap motilitas
spermatozoa dengan nilai tertinggi pada perlakuan P2 dengan presentase
61,25±7,50 diikuti P1 dengan presentase 56,25±2,50 dan diikuti P3 46,25±6,29.
Viabilitas Spermatozoa dengan nilai tertinggi P2 57,25±0,50 diikuti P1 53,75±3,50
dan diikuti P3 52,75±1,26 sedangkan abnormalitas spermatozoa tidak berpengaruh
pada spermatozoa dan presentase paling bagus menunjukkan pada P2 dengan
presentase 13,25±0,95 diikuti oleh P1 13,75±0,95 dan diikuti P3 14,25±0,50.
Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penambahan kuning telur dengan level
10,15,20?lam pengencer bovifree mampu mempertahankan kualitas semen
hingga 24 jam pada suhu peNyimpanan 5
oC.
Kata kunci: bovifre, semen, kuning telur.
Kata kunci: bovifre, semen, kuning telur.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Peternakan dan Perikanan > Peternakan
S Agriculture > Peternakan
Divisions: Fakultas Peternakan dan Perikanan > Peternakan
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Peternakan
Date Deposited: 03 Sep 2026 07:16
Last Modified: 03 Sep 2026 07:16
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158061
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item