RAHMAT (2026) EKSPLORASI MIKORIZA ARBUSKULA INDIGENOUS PADA DAERAH RHIZOSFERE TANAMAN LAMTORO ( Leucaena Leucocephala ) DI LAHAN TERDAMPAR LIKUIFAKSI. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
RINGKASAN RAHMAT (E28122048) Eksplorasi Mikoriza Arbuskula Indigenous pada Daerah Rhizosphere Tanaman Lamtoro (Leucaena leucocephala) di Lahan Terdampak Likuifaksi (dibimbing oleh Iskandar M. Lapanjang dan Syamsiar). Produktivitas tanaman merupakan faktor penting dalam mendukung keberlanjutan pertanian, namun sering menghadapi berbagai kendala seperti degradasi lahan, penggunaan pupuk kimia berlebihan, dan perubahan iklim. Likuifaksi sebagai salah satu bentuk degradasi lahan menyebabkan perubahan kondisi fisik dan biologis tanah, termasuk peningkatan suhu permukaan serta penurunan tutupan vegetasi secara signifikan. Upaya rehabilitasi lahan pasca likuifaksi dapat dilakukan melalui pemanfaatan mikroorganisme tanah yang berperan dalam meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanah. Salah satu mikroorganisme yang berperan penting adalah Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA), yang membentuk hubungan simbiosis mutualisme dengan akar tanaman sehingga membantu meningkatkan penyerapan unsur hara dan air. Keanekaragaman dan potensi FMA pada setiap rizosfer tanaman berbeda-beda sehingga perlu diidentifikasi untuk mendukung rehabilitasi lahan dan peningkatan produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi jenis dan jumlah mikoriza arbuskula (FMA) pada berbagai rizosfer tanaman lamtoro di lokasi bekas likuifaksi. serta Membandingkan tingkat kolonisasi cendawan mikoriza arbuskula pada tanaman kacang ruji (Pueraria javanica). Penelitian ini dilaksanakan di tiga lokasi, yaitu Green House Jl. Uwe Goyo, Tondo, Kec. Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, untuk proses kultur trapping, Laboratorium Agroteknologi Fakultas Pertanian untuk proses isolasi dan identifikasi FMA, serta di Laboratorium Terpadu Universitas Tadulako untuk proses pengamatan kolonisasi akar tanaman Pueraria javanica. Penelitian berlangsung dari bulan November 2025 hingga April 2026. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi dengan Rancangan Acak Kelompok, pola non faktorial terdiri dari 5 perlakuan, yaitu Tondo, Petobo, Jono Oge, lolu dan Balaroa. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap percobaan menggunakan 4 pot tanaman sehingga total keseluruhan unit percobaan adalah 100 pot tanaman. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA), hasil analisis sidik ragam berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNJ 5% untuk mengetahui perbedaan dari masing-masing perlakuan terhadap variabel yang diamati. Hasil penelitian menunjukan perbedaan jumlah spora FMA pada setiap sumber inokulum, dengan jumlah spora tertinggi setelah kultur berasal dari Petobo, yaitu 474 spora per 10 g tanah. Ditemukan tiga genus FMA pada rizosfer tanaman lamtoro, yaitu Glomus, Gigaspora, dan Acaulospora, dengan Glomus sebagai genus yang paling dominan. Persentase kolonisasi akar tertinggi terdapat pada area terdampak likuifaksi (80–90% kategori tinggi), lebih tinggi dibandingkan area yang tidak terdampak likuifaksi (68,00%). Kata kunci: Spora FMA, metode kultur trapping, rizosfer tanaman Lamtoro, Pueraria javanica, kolonisasi akar
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Pertanian > Agroteknologi S Agriculture > Agroteknologi |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Agroteknologi Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Agroteknologi |
| Date Deposited: | 07 Sep 2026 07:10 |
| Last Modified: | 07 Sep 2026 07:10 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158114 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

