ANALISIS RANTAI PASOK KOMODITI JAGUNG DI DESA LABUAN TOPOSO KECAMATAN LABUAN KABUPATEN DONGGALA

MUTIARAHAYU (2026) ANALISIS RANTAI PASOK KOMODITI JAGUNG DI DESA LABUAN TOPOSO KECAMATAN LABUAN KABUPATEN DONGGALA. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Jagung memiliki peranan penting sebagai sumber perekonomian
negara karena merupakan komoditas komersial yang berkontribusi dalam
menjaga ketahanan pangan nasional. Desa Labuan Toposo, terdapat sekitar
3.845 rumah tangga petani jagung yang merepresentasikan 24,6?ri total
petani di wilayah tersebut. kendala lain yang dihadapi meliputi sistem
pemasaran yang perlu dievaluasi, minimnya akses petani terhadap fasilitas
pascapanen, serta rendahnya kualitas produk yang dihasilkan. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis proses bisnis rantai pasok serta kinerja rantai
pasok jagung hibrida di Desa Labuan Toposo, Kecamatan Labuan, Kabupaten
Donggala.
Metode yang digunakan bersifat kualitatif dan kuantitatif. Penentuan
responden dilakukan menggunakan purposive sampling untuk kelompok
petani, serta snowball sampling untuk kelompok tengkulak, pedagang, dan
pengolah. Analisis data mencakup proses bisnis dan margin pemasaran,
farmer's share, dan efisiensi pemasaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok jagung hibrida di
Desa Labuan Toposo melibatkan empat saluran pemasaran dengan pelaku
utama yang terdiri atas petani, pengolah, tengkulak, pedagang besar, dan
konsumen akhir. Proses bisnis rantai pasok tersebut, terdapat tiga aliran
utama. Pertama, aliran produk berupa jagung pipilan, di mana petani
menyalurkan hasil produksinya melalui empat saluran pemasaran. Namun,
petani menghadapi berbagai kendala dalam proses penyaluran tersebut,
seperti tingginya biaya transportasi, terbatasnya akses pasar, serta
kurangnya informasi harga di tingkat konsumen. Kedua, aliran keuangan
menunjukkan adanya perbedaan harga yang diterima petani dari berbagai
pihak, sehingga petani cenderung berada pada posisi yang paling dirugikan
dengan menerima harga terendah. Ketiga, aliran informasi menunjukkan
bahwa petani tidak memiliki akses yang memadai terhadap informasi harga
yang berlaku di tingkat konsumen akhir. kinerja rantai pasok jagung hibrida
di Desa Labuan Toposo tergolong efisien. Namun demikian, terdapat
perbedaan informasi harga yang menyebabkan lemahnya posisi tawar petani
di hadapan pelaku pasar lainnya. Saluran II, yakni jalur Petani ? Pedagang
Besar ? Surabaya, merupakan saluran yang paling efisien dan
menguntungkan bagi petani, ditandai dengan margin pemasaran terendah
sebesar Rp300/kg, farmer's share tertinggi sebesar 94%, serta nilai
Marketing Efficiency Index (MEI) sebesar 4,8%.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Pertanian > Agribisnis
S Agriculture > Agribisnis
Divisions: Fakultas Pertanian > Agribisnis
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Agribisnis
Date Deposited: 09 Sep 2026 02:06
Last Modified: 09 Sep 2026 02:06
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158158
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item