PERBANDINGAN DAYA TUMBUH KELOR (Moringa Oleifera L.) DARI GENOTIPE YANG BERBEDA DI KECAMATAN PALOLO

ALFRIAN EIFER (2026) PERBANDINGAN DAYA TUMBUH KELOR (Moringa Oleifera L.) DARI GENOTIPE YANG BERBEDA DI KECAMATAN PALOLO. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Alfrian Eifer (E28121350) Perbandingan Daya Tumbuh Kelor (Moringa oleifera L.) dari Genotipe yang Berbeda di Kecamatan Palolo (dibawah bimbingan Enny Adelina dan Marhani, 2025). Tanaman kelor (Moringa oleifera L.) merupakan tanaman yang berasal dari India, dan telah tersebar ke beberapa negara di Asia, termasuk Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah merupakan salah satu provinsi yang sejak dahulu telah menjadikan kelor sebagai pangan tradisional Pengembangan kelor dewasa ini telah dilakukan dalam skala besar khususnya di Kabupaten Sigi. Berdasarkan data yang diperoleh produksi kelor Sulawesi Tengah hanya` mencapai sekitar 2 ton perbulan atau 24 ton pertahun, sehingga diperlukan upaya peningkatan melalui perbaikan teknik budidaya, diantaranya memilih genotipe unggul yang bervigor tinggi untuk ditanam pada berbagai lingkungan tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan kekuatan tumbuh lima genotipe kelor hasil penelitian sebelumnya (berasal dari beberapa wilayah dengan ketinggian berbeda) ditanam di Kecamatan Palolo. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan pertanian di Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Penelitian dilaksanakan dari bulan September sampai November 2024., menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) satu faktor, yaitu genotipe kelor yang terdiri dai : tondo 19, kulawi 10, balaroa 05, palolo 24 dan kulawi 02. Perlakuan diulang sebanyak lima kali sehingga diperoleh 25 unit percobaan. Masing-masing unit percobaan terdiri dari tiga sampel sehingga total sampel yang digunakan sebanyak 75 stek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pertumbuhan yang berbeda antar genotipe kelor, baik pada variabel waktu munculnya tunas, diameter, jumlah tunas, maupun panjang tunas. Genotipe tondo 19 menunjukkan performa terbaik yaitu pada variabel diameter batang yang lebih besar (0.75cm), jumlah tunas lebih banyak (5.27 tunas), serta panjang tunas (24.11cm) dan jumlah daun lebih banyak (4787.20 helai) jika dibandingkan dengan empat genotipe kelor lainnya Keunggulan genotipe tondo 19 menunjukkan vigor yang tinggi, sedangkan genotipe palolo 24 memiliki keunggulan waktu muncul tunas tercepat yaitu selama 9.67 hari. Perbedaan ini diduga disebabkan pengaruh faktor genetik dan lingkungan
Kata kunci : genotipe, kelor, lima, stek, vigor

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Pertanian > Agroteknologi
S Agriculture > Agroteknologi
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Agroteknologi
Date Deposited: 14 Sep 2026 02:05
Last Modified: 14 Sep 2026 02:05
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158249
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item