EFISIENSI PEMASARAN KAYU TINGKAT PETANI DI HUTAN PRODUKSI DESA LONU KECAMATAN BUNOBOGU KABUPATEN BUOL PROVINSI SULAWESI TENGAH

NUR NABILA NAJA (2026) EFISIENSI PEMASARAN KAYU TINGKAT PETANI DI HUTAN PRODUKSI DESA LONU KECAMATAN BUNOBOGU KABUPATEN BUOL PROVINSI SULAWESI TENGAH. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Hutan produksi di Desa Lonu, Kecamatan Bunobogu, Kabupaten Buol dikelola oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Alam “Air Terjun” yang beranggotakan 13 petani dengan skema Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT) di bawah pengelolaan KPH Pogogul. Seluruh hasil panen kayu dijual kepada PT. Dwi Putra Persada sebagai satu-satunya pembeli, menciptakan kondisi pasar monopsoni yang melemahkan posisi tawar petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur rantai pemasaran kayu serta mengevaluasi efisiensi pemasaran kayu di tingkat petani selama periode 6 bulan (Juni–Desember 2025) berdasarkan analisis margin pemasaran, farmer’s share, dan rasio keuntungan terhadap biaya.

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lonu, Kecamatan Bunobogu, Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah pada bulan Mei 2026. Pengambilan sampel menggunakan metode sensus terhadap seluruh 13 anggota KTH sebagai responden. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner, dan dianalisis menggunakan analisis margin pemasaran, farmer’s share, rasio keuntungan terhadap biaya (Profit Cost Ratio), dan indeks efisiensi pemasaran (EPs).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pemasaran kayu di Desa Lonu bersifat pendek dan langsung dengan pola: Petani ? KTH ? Sawmill ? Pedagang Besar. Total volume kayu yang dipasarkan selama periode penelitian mencapai 24,87 m³ dari enam jenis kayu (Bayur, Benuang, Bintangur, Jambu-Jambu, Mendarahan, dan Surian) dengan harga rata-rata tertimbang di tingkat petani sebesar Rp694.644/m³. Nilai indeks efisiensi pemasaran (EPs) di tingkat petani sebesar 29,51% menunjukkan sistem pemasaran yang efisien (EPs < 50%). Nilai farmer’s share sebesar 19,85% tergolong rendah, artinya petani hanya menerima kurang dari seperlima dari harga konsumen akhir (Rp3.500.000/m³). Rata-rata Profit Cost Ratio (PCR) di tingkat petani sebesar 2,40, menunjukkan bahwa kegiatan pemasaran kayu menguntungkan bagi petani dari sisi biaya yang dikeluarkan. Margin di tingkat KTH sebesar Rp605.356/m³ (17,30%) digunakan untuk operasional kelompok termasuk kewajiban PNBP, sedangkan margin di tingkat sawmill mencapai Rp2.200.000/m³ (62,85%).

Kata Kunci: Efisiensi Pemasaran, Farmer’s Share, Hutan Produksi, KTH, Margin Pemasaran, PHAT

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Kehutanan > Kehutanan
S Agriculture > Kehutanan
Divisions: Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Kehutanan
Date Deposited: 14 Sep 2026 06:01
Last Modified: 14 Sep 2026 06:01
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158266
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item