PERAN PEMANGKU ADAT DALAM TRADISI PERKAWINAN UMAT HINDU DI DESA MAYASARI KECAMATAN PAMONA SELATAN KABUPATEN POSO

NILUH EKA ARMAWATI (2026) PERAN PEMANGKU ADAT DALAM TRADISI PERKAWINAN UMAT HINDU DI DESA MAYASARI KECAMATAN PAMONA SELATAN KABUPATEN POSO. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Niluh Eka Armawati, 2026. Peran Pemangku Adat Dalam Tradisi Perkawinan Umat Hindu di Desa Mayasari Kecamatan Pamona Selatan Kabupaten Poso. Skripsi, Program Studi Pendidikan Sejarah, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako. Pembimbing: Iskandar

Permasalahan penelitian ini adalah (1) Bagaimana syarat menjadi pemangku adat? (2) Bagaiman peraturan yang harus diikuti seseorang untuk menjadi pemangku adat? (3) Bagaimana peran pemangku adat dalam pelaksanaan upacara perkawinan umat Hindu di desa Mayasari? (4) Bagaimana peran pemangku adat dalam pelestarian upacara perkawinan umat Hindu di desa Mayasari? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pemangku adat dalam tradisi perkawinan umat Hindu di desa Mayasari kecamatan Pamona Selatan kabupaten Poso. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah kritik sumber dan interpretasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Untuk menjadi seorang pemangku adat harus memiliki perilaku dan riwayat hidup yang baik, sehat secara jasmani dan rohani serta memiliki pikiran yang jernih. (2) Seorang yang telah menjadi pemangku adat harus menjaga kesucian dirinya dengan cara tidak melakukan kejahatan dalam bentuk apapun, pemangku juga tidak diperkenankan melakukan pekerjaan yang mengharuskan untuk memikul atau menjunjung benda yang kotor, kemudian pemangku dalam tingkatan pewintenan/penyucian tertentu tidak boleh mengkonsumsi daging, namun apabila masih dalam tingkatan ekajati masih diperkenankan untuk mengkonsumsi daging. (3) Pemangku memimpin jalannya upacara adat serta menjadi tokoh yang memberikan arahan tentang sesajen yang digunakan dalam upacara adat. Hal itu dikarenakan tradisi dan upacara adat Bali berkaitan langsung dengan keagamaan sehingga umat Hindu tidak bisa sembarangan dalam melangsungkan prosesi tanpa dipimpin oleh orang suci yakni pemangku adat dan sulinggih lainnya. (4) Pemangku adat melaksanakan lokasabha atau pertemuan antar para pemangku adat di Sulawesi Tengah untuk membahas mengenai berbagai tradisi dan kemudian ikut melibatkan masyarakat dalam kegiatan tersebut sebagai wadah untuk mengembangkan tradisi-tradisi dimasyarakat, pemangku juga menjadi penengah dan mediator antar keluarga mempelai serta memberikan bimbingan dalam menjalankan kehidupan pernikahan.
Kata Kunci : Peran Pemangku Adat, Tradisi Perkawinan Umat Hindu.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah
L Pendidikan > Pendidikan Sejarah
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Sejarah
Library of Congress Subject Areas > L Pendidikan > Pendidikan Sejarah
Date Deposited: 14 Sep 2026 06:37
Last Modified: 14 Sep 2026 06:37
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158274
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item