INTAN (2026) SEBARAN BEBERAPA LOGAM BERAT PADA AREAL PERTANIAN DI KELURAHAN POBOYA KOTA PALU. Sarjana thesis, Universitas Tadulako.
Full text not available from this repository.Abstract
Intan, Sebaran Beberapa Logam Berat pada Areal Pertanian di Kelurahan
Poboya Kota Palu (Dibimbing oleh Dr. Isrun, S.P., M.P., IPM., ASEAN. Eng
dan Rully Akbar Pribudi Djalalemba, M.P).
Logam berat merupakan salah satu pencemar lingkungan yang dapat
terakumulasi dalam tanah pertanian dan berpotensi menurunkan kualitas
tanah, produktivitas tanaman, serta mengancam keamanan pangan.
Kelurahan Poboya, Kota Palu, merupakan wilayah yang berdekatan dengan
aktivitas pertambangan emas sehingga memiliki risiko tinggi terhadap
pencemaran logam berat pada lahan pertanian. Oleh karena itu, diperlukan
penelitian untuk mengetahui tingkat sebaran logam berat pada tanah
pertanian. Tujuan yaitu menganalisis sebaran dan konsentrasi logam berat
pada areal lahan pertanian di Kelurahan Poboya, Kota Palu. Manfaat penelitian
yaitu memberikan informasi ilmiah mengenai kondisi pencemaran logam
berat pada lahan pertanian di Kelurahan Poboya yang dapat digunakan
sebagai dasar pengelolaan lahan, pemantauan kualitas tanah, dan upaya
pencegahan pencemaran lingkungan. Penelitian dilakukan pada lahan
pertanian padi, cabai, dan jagung di Kelurahan Poboya menggunakan metode
survei dengan teknik purposive sampling. Sampel tanah diambil pada
kedalaman 0–20 cm, kemudian dikeringkan, diayak, dan dianalisis
menggunakan alat portable X-Ray Fluorescence (pXRF). Logam berat yang
diamati meliputi Pb, Cd, As, Cr, Ni, dan Cu. Data hasil pengukuran dikonversi
ke satuan mg/kg dan dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan
bahwa kromium (Cr) merupakan logam berat dengan konsentrasi tertinggi
pada seluruh lahan pertanian namun belum melebihi ambang batas,
sementara Arsenik (As) pada lahan cabai dan jagung telah melebihi ambang
batas. Pada lahan sawah, Cr mencapai 100 mg/kg, Cu 30 mg/kg, Pb 20 mg/kg,
dan As 3 mg/kg. Pada lahan cabai, Cr mencapai 120 mg/kg, Pb dan Cu masing
masing 20 mg/kg, serta As 10 mg/kg. Pada lahan jagung, Cr sebesar 70 mg/kg,
Cu 30 mg/kg, dan As 20 mg/kg. Logam Cd dan Ni tidak terdeteksi pada seluruh
lokasi penelitian. Konsentrasi Cr yang ditemukan masih berada di bawah
ambang batas, namun keberadaannya tetap perlu diperhatikan karena
akumulasi jangka panjang dapat menurunkan kualitas tanah dan mengganggu
aktivitas mikroorganisme. Sementara itu, kandungan As pada lahan cabai dan
jagung telah melebihi ambang batas yang direkomendasikan, sehingga
berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman, menurunkan produktivitas,
serta meningkatkan risiko pencemaran lingkungan. Arsenik juga dapat
terakumulasi dalam jaringan tanaman dan masuk ke rantai makanan sehingga
berpotensi membahayakan kesehatan manusia. Diperlukan pengelolaan dan
remediasi lahan, seperti penambahan bahan organik dan penerapan
fitoremediasi, untuk mengurangi mobilitas serta akumulasi arsenik dalam
tanah pertanian.
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | Tadulako University - Divisions > Fakultas Pertanian > Agroteknologi S Agriculture > Agroteknologi |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > Agroteknologi Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Agroteknologi |
| Date Deposited: | 14 Sep 2026 07:20 |
| Last Modified: | 14 Sep 2026 07:20 |
| URI: | https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158279 |
| Baca Full Text: | Baca Sekarang |

