TATO DIKALANGAN MAHASISWA KOTA PALU (STUDI ETNOGRAFI)

MOH. FIQRIH (2026) TATO DIKALANGAN MAHASISWA KOTA PALU (STUDI ETNOGRAFI). Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Moh. Fiqrih. No Stambuk B30121137, dengan judul skripsi “Tato Di Kalangan Mahasiswa Kota Palu : Studi Etnografi”. Dibimbing oleh Muh. Nasrum Sebagai pembimbing utama dan Muh. Zainuddin Badollahi selaku pembimbing pendamping. Jurusan Ilmu Sosial Program Studi Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Tadulako. Tato pada awalnya sering diasosiasikan dengan perilaku menyimpang, kriminalitas, dan identitas sosial tertentu sehingga memunculkan berbagai bentuk stigma dalam masyarakat. Namun, dalam perkembangan masyarakat kontemporer, khususnya di kalangan mahasiswa, tato mulai dimaknai sebagai media ekspresi diri, representasi pengalaman hidup, serta bagian dari identitas personal. Di Kota Palu, keberadaan mahasiswa bertato menunjukkan adanya perubahan makna tato dari simbol menuju bentuk ekspresi tubuh yang lebih kompleks dan personal. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah, yaitu : bagaimana mahasiswa bertato di Kota palu memaknai tato sebagai bagian dari pengalaman tubuh dan identitas dirinya, dan bagaimana mahasiswa bertato menegosiasikan identitasnya di tengah stigma sosial yang berkembang dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas mahasiswa bertato di Kota Palu dan seorang pembuat tato (tatto artist). Informan dipilih karena memiliki pengalaman langsung terkait praktik bertato, proses pemaknaan terhadap tato, serta pengalaman menghadapi stigma dan penerimaan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudiandianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori pengalaman tubuh (embodiment) dari Maurice Merleau-Ponty untuk memahami tubuh sebagai ruang pengalaman dan ekspresi identitas, serta teori performatif identitas untuk menganalisis strategi mahasiswa bertato dalam menghadapi stigma sosial dan mempertahankan identitasnya dalam berbagai konteks interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tato dimaknai oleh mahasiswa sebagai bentuk ekspresi diri, pengingat pengalaman hidup, simbol hubungan sosial, serta media untuk merepresentasikan identitas personal. Selain itu, mahasiswa bertato melakukan berbagai strategi negosiasi identitas melalui pengelolaan citra diri, penyesuaian penampilan dalam situasi tertentu, serta pembuktian diri melalui perilaku positif untuk menghadapi stigma yang masih berkembang dalam masyarakat. Dengan demikian, tato tidak hanya berfungsi sebagai gambar pada tubuh, tetapi juga menjadi medium yang menghubungkan pengalaman tubuh, identitas, dan relasi sosial mahasiswa bertato di Kota Palu Kata Kunci : Tato, Mahasiswa, embodiment, negosiasi, stigma, etnografi.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
H Ilmu Sosial > Antropologi
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Library of Congress Subject Areas > H Ilmu Sosial > Antropologi
Date Deposited: 15 Sep 2026 06:45
Last Modified: 15 Sep 2026 06:45
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158305
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item