ANALISIS DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA UPT. PUSKESMAS KAMAIPURA

FINNI ALFISYAH (2026) ANALISIS DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA UPT. PUSKESMAS KAMAIPURA. Magister thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Kondisi ini terjadi akibat kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang. Prevalensi stunting di Indonesia di atas batas yang
direkomendasikan WHO (<20%) dan belum mencapai target nasional tahun 2029
sebesar 14,2%. Di Sulawesi Tengah prevalensi stunting mencapai 26,1%.
Kabupaten Sigi termasuk wilayah dengan kasus tinggi, terutama di wilayah kerja
Puskesmas Kamaipura. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini dilakukan
untuk menganalisis determinan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di
wilayah kerja UPT. Puskesmas Kamaipura. Metode: jenis penelitian ini yaitu
observasi analitik kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan studi case-control.
Populasi kasus pada penelitian adalah ibu yang memiliki anak balita berusia 24-59
bulan yang tercatat di Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Kamaipura. Pengambilan
sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu pengambilan sampel dipilih
berdasarkan tujuan atau karakteristik tertentu dengan metode pengambilan data
menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan yaitu bivariat menggunakan
uji chi-square dan multivariat menggunakan uji regresi logistik untuk melihat
pengaruh masing-masing variabel independen terhadap kejadian stunting. Hasil:
terdapat pengaruh signifikan pada variabel praktik pemberian MP-ASI dengan
kejadian stunting dengan nilai p-value 0,000 (OR=1,953 CI =172,638-22.093,730).
Setelah dikontrol oleh variabel lain hanya variabel MP-ASI yang berpengaruh
signifikan secara statistik sehingga faktor dominan kejadian stunting pada balita
usia 24-59 bulan di wilayah kerja UPT. Puskesmas Kamaipura adalah MP-ASI.
Kesimpulan: praktik pemberian MP-ASI menjadi faktor dominan yang
memengaruhi kejadian stunting pada balita di wilayah tersebut, sehingga perbaikan
kualitas dan ketepatan pemberian MP-ASI perlu menjadi fokus utama dalam upaya
pencegahan dan penanggulangan stunting.
Kata Kunci: Stunting, ASI Eksklusif, MP-ASI, Riwayat Infeksi, Status Imunisasi

Item Type: Thesis (Magister)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Pascasarjana > Magister Kesehatan Masyarakat
Divisions: Pascasarjana > Magister Kesehatan Masyarakat
Date Deposited: 16 Sep 2026 01:10
Last Modified: 16 Sep 2026 01:10
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158314
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item