PENGARUH PENGGUNAAN MULSA ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT PALA (Myristica Fragrans Houtt)

SYALOM CRISHNA EKA TANTRA LAGO (2026) PENGARUH PENGGUNAAN MULSA ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT PALA (Myristica Fragrans Houtt). Sarjana thesis, Universitas Tadulako.

Full text not available from this repository.

Abstract

Indonesia memiliki peran strategis sebagai salah satu produsen utama pala (Myristica fragrans Houtt) di dunia dengan kontribusi lebih dari dua pertiga kebutuhan global. Kondisi ini menegaskan bahwa pala merupakan komoditas penting yang perlu dikembangkan melalui penerapan teknologi budidaya berkelanjutan. Kualitas tanaman pala dipengaruhi oleh faktor genetik, kondisi lingkungan, serta teknik budidaya yang digunakan. Penggunaan mulsa merupakan salah satu teknik budidaya yang dapat mendukung pertumbuhan bibit pala. Mulsa berfungsi sebagai lapisan pelindung di permukaan tanah yang membantu menjaga kelembaban serta menstabilkan suhu tanah. Sebagai pohon tropis berkayu yang termasuk hasil hutan bukan kayu (HHBK) dan kelompok Multi Purpose Tree Species (MPTS), pala memberikan manfaat ganda, baik secara ekologis maupun ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mulsa organik dan anorganik terhadap pertumbuhan bibit pala (Myrstica fragrans Houtt). Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan mulai dari Maret sampai Juni 2026, di lahan kosong seluas 20 x 20 meter yang terletak di Desa Jono'oge, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan lima ulangan, sehingga diperoleh 25 unit percobaan. Perlakuan terdiri atas P0 = tanpa mulsa (kontrol), P1 = mulsa daun bambu, P2 = mulsa sekam padi, P3 = mulsa plastik hitam, dan P4 = mulsa plastik aluminium. Setiap perlakuan diaplikasikan pada bibit pala (Myristica fragrans Houtt) yang ditanam di lapangan dengan ukuran lubang tanam 40 x 40 x 40 cm. Parameter yang diamati meliputi pertambahan tinggi bibit, diameter batang, jumlah daun, dan nilai kekokohan bibit. Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA), dan apabila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mulsa organik dan anorganik memberikan pengaruh tidak nyata terhadap pertambahan tinggi, diameter batang, jumlah daun, dan kekokohan bibit pala (Myristica fragrans Houtt). Namun demikian pada perlakuan mulsa organik, P2 (mulsa sekam padi) menunjukkan hasil terbaik dengan pertambahan diameter batang sebesar 2,64 mm, dan jumlah daun tertinggi P0 (Kontrol) 2,8 helai. Sementara itu, pada perlakuan mulsa anorganik, P4 (mulsa plastik aluminium) menunjukkan hasil terbaik dengan tinggi bibit 3,76 cm, sedangkan P3 (mulsa plastik hitam) menunjukkan hasil terbaik sebesar 5,48.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Subjects: Tadulako University - Divisions > Fakultas Kehutanan > Kehutanan
S Agriculture > Kehutanan
Divisions: Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Library of Congress Subject Areas > S Agriculture > Kehutanan
Date Deposited: 16 Sep 2026 03:07
Last Modified: 16 Sep 2026 03:07
URI: https://repository.untad.ac.id/id/eprint/158321
Baca Full Text: Baca Sekarang

Actions (login required)

View Item
View Item